FF As long as you love me

Posted: July 14, 2014 in FanFiction

FF 2

Title

As Long as you love me ( Chapter 2)

Main Cast

Kim Myung So infinite

Krystal f(x)

Kang Minhyuk CN Blue

Yu ra girls day

Length

Chaptered

Genre

Romance,school life

Author

HyperBeat @Whirlwind_s

 

Hallo, baru dapet inspirasi buat ngelanjut FF nya kemarin, ini baru kelar, semoga kalian suka ya. Maaf kalo masih banyak typo nya .oh ya, aku saranim aja, kalau pas baca FF ini cpba bayangin karakter krystal pas jadi lee bona, sumpah aku ngefans banget ama karakternya itu. lucu banget !!! Happy reading J Please, doon;t be silent reader. Komen jusseyo..

 

Previous >>

“ah, tak masalah aku hanya sedikit butuh bantuannya, itu saja.. ya hanya sedikit”

 

Krystal pun kembali menelfon namja itu. namun tak kunjung dijawabnya. Tapi tak lama setelahnya terdengar suara namja yang ia tunggu.

 

“yeoboseyo.benar kan kau rindu padaku” ujar namja itu

 

 

“ YA ! kau janga salah paham, aku ingin meminta tolong padamu.”

 

“jinjja ? kau mau minta tolong untuk menemanmu di café ya ?”

 

Hul, sembarangan kalau ngomong !

 

“mwo ?!” Barusan dia bilang apa, café ? darimana dia tahu aku sedang di café.

 

Krystal menoleh disekitar café itu untuk melihat lihat. Ia mencari sosok seseorang yang menurutnya ganjil itu.

 

“benar kan kau mencariku” ucap seorang namja yang tiba tiba ada dipintu dekat krystal duduk. Ia pun melambaikan tangannya dan tersenyum pada krystal.

 

“Neo ! “ teriak krystal histeris saat tahu namja itu sudah ada disana.

 

“Annyeong” ucapnya dengan senyum evil melihat yeoja dihadapannya itu terkejut.

 

 

 

Krystal Pov

 

Mwoya, kenapa namja ini tiba-tiba ada disini eo ? aku hanya memasang wajah bingung sekaligus terkejut melihatnya sudah berdiri dihadapanku. Sejak kapan dia berdiri di sana? Apa dia melihat ku tadi mengomel ommel seperti itu. eotheokajji!

 

“aku yakin kau pasti akan menghubungi ku lagi!” ucap namja itu lalu duduk di kursi didepanku dengan memasang wajah coolnya itu.

 

Aku sedikit malas menjawab pertanyaan nya itu. apa dia tadi mendengar ucapanku? Ah, itu tak mungkin.. aku kan bicara pelan tadi, mana mungkin dia mendengarnya

 

“jadi sekarang kau menganggapku teman ya ?” tanyanya.

 

“mwo ? chingu? Darimana kau dapat kesimpulan seperti itu eo ?”kataku tanpa memperhatikan wajahnya yang saat itu mengamatiku.

 

“jinjja?”

 

“eo ! kenapa kau tiba-tiba disini?”

 

myung so hanya tertawa mendengar pertanyaanku tadi, memang apa lucunya sampai dia tertawa seperti itu, dasar !

 

“Ya! Kenapa kau malah tertawa seperti itu eo ?”

 

“kau ini benar- benar tak tahu aku sama sekali ya ?”

 

Hul, dia mulai lagi. mana mungkin aku tahu dia. Kenal juga baru kemarin, tiba-tiba juga dia muncul disini. Siapa dia ? memangnya setenar apa dia ? apa aku harus tahu semua tentang dia, yang benar saja, shireo !

 

“molla?”

 

“kau benar tak ingin tahu siapa aku ?” tanyanya lagi

 

Huh, dasar ! “anya ! Jangan menggangguku, aku sedang bingung”

 

 

Kulihat ia memandangku dengan tatapan penasaran. “Bingung, waeyo ?”tanya nya

 

Aku hanya menghela nafas mendengar pertanyaannya itu, apa aku harus menjawabnya. Tapi, aku butuh seseorang untuk bertanya disini. Eomma ku tak mungkin dia mau lama-lama menelfon hanya untuk menanyakan sebuah pertanyaan yang membuatnya benci. Tapi siapa lagi, aku bahkan tak punya teman disana. di Busan saja aku hanya punya beberapa teman, apalagi disini !

 

“anya, bukan apa-apa”

 

Myung os mengernyitkan dahinya, ia masih memandangku dengna tatapan yang tak percaya “jinjja? Kau bisa cerita padaku, bukankah tadi kau menganggapku temanmu ?” ujarnya dengan melepas senyum smirknya yang membuat ku malu.

 

“Ya ! aku tidak menganggapmu teman. Kau jangan salah paham!” balasku kesal.

 

Dia hanya tersenyum mendengar ucapanku. Apa jangan-jangna dia mendengar semua ucapanku tadi? mwoya, memalukan sekali krystal !

 

“baiklah, kalau kau memang tak mau bercerita” putusnya “ tapi, kalau kau butuh bantuan, kau bisa menelfonku. Aku akan membantumu sebisaku !” ucapnya terlihat tulus.

 

Aku hanya tersenyum mendengar tawaran baiknya itu. aku kira dia hanya bisa menyommbongkan diri saja. “ gomawo, kau sudah begitu baik padaku”

 

“hey ! tapi kau jangan bilang siapa – siapa ya, aku tak pernah melakukan ini sebelumnya. Aku khawatir aka nada rumor tentang aku nanti” balasnya yang membuatku kembali jengekel.

 

Huh, namja ini selain sikapnya yang aneh, otaknya juga perlu diperiksa.

 

“cih, arraseo !”

 

“aku pergi dulu” ucapnya lalu meninggalkan ku dicafe itu sendirian. Aku hanya memandang jauh sosoknya yang telah pergi.

 

Eomma, appa… apa kau tahu betapa menyedihkannya aku sekarang ?

 

 

Someone pov

 

“ eodiga ?” tanyaku kesal karena meninggalkanku dicafe sendirian.

 

“aku di studio sekarang! Au pulang saja” ujar seseorang di ujung telfon itu.

 

“mwo ? studio?”

 

“eo ! kkeuno!” ucapnya lalu mematikan telfonnya.

 

Ah, dia selalu begitu. Kenapa tadi dia bilang bisa bertemu disini lalu tiba-tiba pergi, menjengkelkan. Susah-susah membuatnya putus dengan kekasihnya dulu sekarang pun masih sama. Memangnya kurang apa aku?

 

Kupandang sekeliling ku, café miliknya ini memang terlihat ramai. Tapi percuma kalau dia tak ada disini. Lebih baik aku pergi saja.

“ahjussi, kau tidak menunggunya dulu?” tanya seorang pelayan yang saat itu mencegatku.

 

“ anya, aku pergi saja!”

 

“arraseo !”

 

“eo, bukannya café disini hanya orang-orang berkelas yang bisa masuk, kenapa ada yeoja seperti dia?” tanyaku pada pelayan saat aku melihat seorang yeoja denga rambut terurai acak-acakan mengenakan kemeja abu-abu denga celana jeans yang bisa kusebut dengan kain rusak.

 

“ah, yeoja itu? dia pelanggan baru kelihatannya, aku baru melihat wajahnya hari ini”

 

“ahh, nanti kalau dia sudah pulang suruh dia menelfonku”

 

“ne”ucapnya lalu member hormat padaku. Aku hanya tersenyum melihat pelayan ini. dia selalu terlihat ramah padaku. Yah , padaku karena memang aku yang membantunya untuk bekerja disini.

 

Author pov

 

Krystal masih duduk terdiam di café itu. cappuccino didepannya sudah mulai mendingin karena dibiarkannya begitu saja. Sesekali ia meneguknya dan mebiarkannya begitu saja. Krystal pun mengambil tas raselnya kemudian pergi menninggalkan café itu. tanpa sengaja ia menabrak seorang yeoja yang terlihat anggun.

 

“cheoseonghamnida, apa kau baik – baik saja” ujar krystal lalu menolong yeoja itu untuk bangkit.

 

“gwenchana !” balas yeoja itu.

 

“ aku benar-benar tak sengaja tadi”

 

Gadis dihadapannya itu hanya cemberut “ arraseo ! kau pergi saja, sepertiya kau terlihat buru-buru!”

 

“ne, kamsahamnida” ucapnya lalu berlari pergi meninggalkan café itu.

 

Sedang yeoja dihadapnya itu langsung merapikan rambutnya “ ara, lebih baik pergi saja. Tempat ini tak cocok untuknya” ujar yeoja itu lalu pergi.

 

 

#

 

“mwo ? eomma michesseo ?” tanya krystal di telfon itu.

 

“ wae ? aku rasa kau pantas untuk menjadi modelnya”

 

Krystal hanya mengeluh dengan permintaan eommanya. Jauh-jauh ia pergi ke seoul untuk meninggalkan profesi itu. tapi eommanya justru memilihnya untuk menghandle fashion show eommanya di seoul.

 

“eomma mian, tapi aku benar-benar tidak bisa mengurusnya”

 

“jung, hanya kau harapan eomma “

 

Krystal mash bimbang dengan pilihan eommanya itu. memang acara fashion show itu masih beberapa bulan lagi. tapi ia sudah tak ingin lagi berurusan dengan profesi itu. cita-citanya menjadi seorang penyanyi, tapi eommanya selalu menjadikannya boneka untuk bisnisnya dengan alasan itu terbaik untuk masa depannya. Tapi tidak dengan krystal.

 

“eomma, seberapa jauh kau ingin menghancurkan mimpiku?’ keluhnya.

 

Krystal menutup kedua matanya itu. ia tak ingin seseorang tahu kalau matanya berair di tempat itu.

 

Sejenak ia pun segera menghapus air mata itu lalu mengambil sebuah lembaran kecil dari tasnya.

 

Ia melihat beberapa tulisan hangl tertera di kertass usang itu. krystal lalu bangkit dan pergi menuju alamat yang tertulis dlaam kertas tadi.

 

 

 

#

studio

 

“kau benar tak ingi ke acara itu?” tanya seorang namja yang berbaring kelelahan diatas lantai itu. beberapa diantaranya duduk sedang myung so hanya duduk bersandar pada tembok di ruang latihan itu.

 

“anya, aku tak tertarik dengan acara seperti itu!” jawabnya

 

Sunggyu yang saat itu berbaring lalu bangkit dna mendekati myung so. “bkankah yu ra pasti akan mengajakmu kesana”sindirmya

 

“aku lihat yu ra memang tak bisa melepaskanmu” ujar sungjong membnarkan

 

“Ya ! kalian kan tahu aku tak pernah menyukainya,karena itu aku tak mungkin datang” sanggahnya

 

“baiklah terserah kau saja, tapi apa alasnmu unntuk tidak datang?” tanya sungyeol

 

Myung so hanya tersenyum. “aku punya acara dengan seseorang” ujarnya.

 

“waa, nuguya ? yeojachinggu ?” goda hoya dengan rasa penasarannya.

 

“anya,geunyang chingu! dia bahkan tak tahu kalau aku seorang artis”

 

“jinjja ?? apa dia dari pedalaman, bagaimana bisa dia tak mengenalmu ?”

 

Myung so hanya menggelengkan kepalaya “molla, tapi dia terlihat lebih menyenangkan. Aku benar-benar penasaran dengannya” tuturnya.

 

“ aku pergi “ lanjut myung so yang saat itu sudah mengambil tas nya dan pergi meninggalkan teman-temannya yang masih ada di tempat itu.

 

“eodiga ?” tanya sungjong

 

“ seperti biasanya” jawab myung so dari kejauhan mmebuat teman-temannya hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap visual grup boyband itu.

 

 

#

Rumah Krystal

 

“Arraseo ! fashionnya masih satu bulan lagi, kau jangan khawatir!” ucap eomma krystal di telfon itu.

 

“kkeuno!” tambahnya lalu menutup telfonnnya. Wanita itu lalu menghempaskan tubunya di kursi

Ia lalu mengambil jarum dan menata kembali desainnnya yang belum selesai. Hingga selang beberapa saat ponselnya kembali berbunyi dan membutnya kembali mengangkat telfonnya.

 

“waeyo ? “tanya saat tahu kalau yang menelfonnya itu adalah krystal.

“eomma, aku mau beli apartement di seoul, lain kali kalau….” Belum selesai krystal melanjutkan ucapannya , eommanya sudah mendahului.

 

“terserah kau saja, aku sedang sibuk sekarang jung, kau bisa menelfon ku lain kali.” ucapnya lalu mematikan telfonnya lagi dan melanjutkan desainnya yag sempat terhenti. Wanita itu namapak sangat sibuk, bahkan benar-benar sibuk. Baginya, desain-desainnya adalah hal yang utama. Ia tak bisa mengabaikan semua itu. apalagi saat itu sudah mendekati fashion show miliknya yang dihadiri beberapa rekan kerjanya dari paris yang tentu saja membuatnya lebih sering mengerjakan desainnya itu.

 

“nyonya jung, ada telfon untuk anda” ucap karyawannya itu.

 

“nugu?”

 

“sepertinya seorang desain juga dari seoul”

 

“kau bisa bilang kalau aku sedang sibuk !” ucapnya tanpa mengindahkan ucapan karywannya itu.

 

“ne, algesimnida” jawab gadis itu lalu menbungkukkan kepalanya kemudian pergi.

 

Wanita yang dipanggil nyonya jung itu terdiam “ dia lagi!” ucapnya kesal lalu melemparkan riasan bulu merak yang ada ditangannya itu disembarang tempat.

 

“Aku tahu kau berencana untuk melihat peragaan busanaku” pikirnya dalam hati.

 

 

#

Marriott Executive Apartment Seoul

 

“baik nona, ini kuncinya” serah wanita sembari menyodorkan sebuah kunci pada krystal.

 

“gomawo” balas krystal lalu pergi menuju apartemen yang baru dibelinya itu.

 

“rumah appa disekitar sini, tapi bagaiman aku tahu kalau di appaku! Tahu wajahnya saja tidak !”keluh krystal membuka pintu itu dan masuk kemudian melempar tas nya ke sembarang tempat. Sedang koper yangn dibawanya itu dibiarkan berdiri di depan pintu.

 

Krytal pun lalu pergi menuju kamarnya. Ia melihat ruangan dikelilingnya itu lalu merebahkan tubuhnya diranjang itu. “desain kamarnya jelek sekali” ucapnya melihat ruangan yang dipilihnya itu sangat tidak cocok untuknya.

 

Gadis itu pun bangkit lalu kembali maenuju ruang tamu apartementnya. Tiba tiba

 

KRUCUK KRUCUK

 

Perutnya berbunyi karena lapar

 

“Aishh, aku lupa kalau sehari ini aku belum makan” ucapnya. Yeoja itu lalu membuka kulkas , sayangnya hanya ada sebuah air mineral.

 

KRUCUK KRUCUK

 

Perutnya berbunyi lagi, dengan terpaksa krystal mengambil tas selempangnya lalu pergi untuk mencari makan. Ia pun berjalan menuju lift dan masuk,tanngannya memencet angka satu di lift itu. tiba tiba seorang namja setengah tua datang lalu ikut masuk kedalamnya.

 

“ah mian, apa kau akan ke lantai satu agasshi?” tanya pria tua itu. yah , tidak terlalu tua sih, mungkin seummuran ibbu krystal.

 

“ne ahjussi,” ucap krystal lembut.

 

“oh, baiklah aku juga mau ke lantai satu” ujar pria itu.

 

Krystal hanya mengiyakan. Ini kan fasilitas umum, kenapa harus bertanya padaku? Batinnya.

 

KRUCUK KRUCUK

Perut krystal berbunyi lagi. pria disampingnya itu tersenyum mendengar suara perut krytal yang berbunyi.

 

“ cheosonghamnida” ucap krystal sedikit malu.

 

“gwencana, kau belum makan ya ?” tanya pria itu.

 

Krystal hanya mengannggukkan kepalanya. “aku baru pindah ke apartemen hari ini, jadi belum smepat makan” tambahnya.

 

“ahh, tapi bukankah restoran di apartemen ini di lanntai dua ?”

“akan aneh kalau aku makan di tempat mewah sendirian, lebih baik aku ke kedai disekitar sini ahjussi” ungkapnya polos.

 

Pria tua itu hannya tersenyum mendengar ucapannya. Tak lama kemudian lift itu terbuka dan krystal membungkukkan kepalanya memohon diri lalu pergi.

 

 

 

Kim Myung So Pov

 

Kenapa telfonnya tak diangkat. Apa dia sedang sibuk. Aisshhh, kenapa aku jadi memikirkan yeoja ini terus sih .

 

“Ahjjussi, tadi ada seorang yeoja yang mencari anda?” ucap staf apartemen yang tiba-tiba ada dihadapanku.

 

“yeoja? Nugu ?” tanya ku. Jangan bilang Yura kesini lagi, Lama- lama aku pindah keluar angkasa saja kalau dia terus membuntutiku seperti itu.

 

“Dia menitipka ini” ujarya smebari menyerahkan sebuah kotak mrah padaku.

 

“gomawo, hyeri” ucapku karena id amerupakan staf café yang paling ramah disini.

 

“kenapa dia menitipkan ini?” ujarku heran.

 

Kubuka kotak kado berwarna merah ini, sebuah surat yang diberi pita merah dan juga sebuah jam tangan branded merek levi’s.

 

Oppa, Saengil chukkae! aku tidak tahu kau suka hadiah apa jadi aku membelikanmu ini . Semoga kau menyukainya

Yu Ra

 

Mwoya ? yu ra lagi?!

 

Kulihat jam tangan hitam itu terselip dua huruf yang menurut ku terasa ganjil “ M.Y”. Yeoja ini kenapa dia tak lelah mengejarku terus. Aku lebih menyukai dia menjadi adikku daripada menjadi pacarku.

 

Tiba-tiba pandanganku tertuju keluar jendela. Kulihat seorang yeoja yang terasa taka sing bagiku berjalan melewati café ku. Eodiga ?

Aku langsung mengejarnya keluar. Begitu kulihat, ia sedang menikmati pemandangan taman diseberang jalan ini. aku hanya mengamatinya dari depan café. tak lama kemudian , kuputuskan untuk menyusulnya.

 

“Annyeong krystal sshi” pekikku

 

Author Pov

 

Suara myung so membuat krystal terkejut. Yeoja itu hanya mengeluh karena tiap kali ia keluar ia hanya bertemu dengan namja yang sok cool itu.

 

“hul ! kau ini selalu muncul dimana-mana. “ keluh krystal

 

Myung so hanya tersennyum lalu duduk disamping yeoja itu. “ kenapa kau disini sendirian?”

 

“ Aku hanya ingin menenangkan diri setelah makan. Wae ?”

 

“cih, kau ini makan saja!” tegurnya.

 

Krystal tak menggubris ucapannya, dia hanya tersenyum kesal.

 

“ kenapa kau selalu mengikuti ku eo ? kalau fans mu tahu bukankah itu jadi gos\sip. Kim Myung So seorang penguntit Yeooja! Daebak, ini pasti jadi tren” ucap krystal tertawa.

 

“Ya ! siapa yang mengikutimu, hanya kebetulan aku melihat mu didepan café jadi aku menyusulmu” tukasnya.

 

Myung so tertegun “ kau sudah tahu aku ?” lanjutnya bertanya.

 

Krystal hanya tertawa mendengar upertanyaan lucu myung so.

 

“Paboya ! disemua tempat menyiarkan lagumu, memangnya aku sebodoh itu” jelas krystal cemberut.

 

“ahhh, yah begitulah, aku memang seseorang yang terkenal, jadi kau jangan heran!” sambung myung so yang membuat krystal seolah – olah ingin muntah mendengar ucpannya.

 

“ geunde ? kau ini sebenarnya siapa, kenapa kau bertingkah seolah olah kau orang …Ya !” tegur myung so menghentikan ucapannya karena krystal tak mendengar pertanyaannya.dilihatnya krystal yang sedang memperhatikan seorang yeoja penyanyi jalanan ditaman itu.

Ia terlihat sedang dibully oleh sekelompok orang yang nampaknya juga kelompok musik. Krystal pun berdiri dan mendekati yeoja itu.

 

“ Ya ! kenapa kalian memarahi yeoja ini eo ?” teriak krystal lalu memndekati kerumunan itu. nampaknya krystal berpihak pada yeoja yahg dibully tadi.

 

“nuguya ? kau temannya ?” tanya salah seorang yeoja dari kelompok itu.

 

“eo ! wae ?” balas krystal. Myung so pun menyusul krystal yang sedang bercekcok dengan kelompok itu.

 

“aku hanya memberitahu dia kalau dia tak pantas bernyanyi di daerah sini. Dia itu jelek !” tukas yeoja yang berambut panjang pirang itu dengan angkuhnya.

 

“Daebak ! kau pikir kau sehebat apa!” balas krystal yang sedikit mulai emosi.

 

“ya ! kenapa kalian menggangu orang seperti dia eo , lebih baik kalian pulang dan jangan mengganggu kehidupan orang lain” ujar myung sno yag ikut membantu krystal.

 

“myung so oppa” teriak salah satu yeoja kelompok itu embuat orang – orang disekelilingnya menoleh kearah mereka.

 

Myung so terkejut . mwoya ? kenapa mereka semuma melihat kesini . aku tak mau dikejar fans lagi,keluh myung so

 

“ aaa, kim myung so, artis yang hanya mengandalkan tampangnya itu kan ?” celetuk seorang yeoja yang sepertinya pemimpin kelompok itu.

 

“mwo ?” teriak myung so emosi.

 

“wae, bukankah kau hanya mengandalkan wajah tampan mu itu eo ! kau kan tak bisa menyanyi”

 

Myung so dia, wajahnya terlihat emosi mendengar ucapan yeoja itu, tapi ia tak ingin marah di tempat itu, ia tahu kalau ia masih harus menjaga pencitraannya.

 

“kau masih kalah hebat dari ku “ tambah yeoja itu lagi.

 

“Jackpot ! aku pikir kalian juga masih kalah hebat dengan ku !”ujar krystal yang membuatm myung so terkejut.

 

“Ya ! apa yang kau katakan “ bisik myung so lirih pada krystal.

 

“nuguya ? aku bahkan tak pernah melihat wajah ataupun mendengar namamu di dunia music, kenapa kau berani mengatakan itu”

 

Krystal hanya tertawa mendengar ucapan yeoja di hadapannya. Ia melihat sebuah nama di tas gitar milik yeoja itu.

 

“kim min hee, itu namamu kakn, bagaimana kalau kita battle saja, siapa yang lebih menarik perhatian dia pemenagnya”tantang krystal dengan yakin.

 

“mwo ? Arraseo !”

 

Myung so hanya mengelh mendengar ucapan krystal barusan. “ ya , memangnya kau bisa menyanyi ya ?” tanya myung so penasaran.

 

Krystal tak menjawab pertanyaan myung so. Ia melihat yeoja yang dibelanya tadi ketakutan “ ireumi mwoeyo ?”

 

“aa..Jung ah min” balasnya lirih.

 

“wa, marga kita sama, apa aku boleh pinjam gitarmu” tanya krystal yang dijawab dengan anggukan ah min.

 

Kelompok yeoja itu memulai nyanyiannya yang membuat orang – orang disana tertarik dan memperhatikannya.

 

Iringan mereka terlihat indah, bahkan tak kalah Dari para selebriti disana. dan tak lama setelahnya riuh tepuk tangan muncul untuk kelompok kim min he.

 

“eotte ? kau bisa melihatnya kan?”ujar min he sombong.

 

Krystal diam, ia duduk dan memulai petikan gitarnya. Pelan, namun terdengar lembut, bahkan penonton disana mulai bertambah untuk menyaksikan krystal.

 

Sebuah lagu “I choose to love you” dari krystal berhasil menarik banyak orang, bahkan mereka semua menikmatinya. Kim Myung so pun tertegun menyaksikan yeoja yang dikenalnya itu ternyata menyanyi jauh lebih baik dibanding dirinya, ya, jauh lebih baik dan lebih indah.

 

Riuh tepuk tangan lebih terdenngar lebih kerass daris ebelumnnya, bahkan suara sorak sorai pun muncul membuat kelompok lawan krystal itu pun kesal lalu pergi meninggalkan tempat itu tanpa berkata sepatah katapun.

 

Krystal tersenyum. Ia kemudian menggandeng yeoja yang ditolng nya tadi.

 

“kau jangan takut, ah min, kau temanku kan” sambut krysal tersenyum yang membuat ah min gembira.

 

“gomawo, kau memang orang yang baik, krystal ssi” ucapnya.

 

Krystal terkejut, darimana dia tahu namanya. “kau tahu namaku?” tanya nya.

 

Ah min tersenyum “ arra.. kau seorang model cantik yang tak ingin jati dirinya diketahui oranng lain” ucapnya.

 

Krystal terhenyak, kenapa dia juga tahu tentang hal itu.

 

“ kau jangan terkejut, aku penggemarmu” ucapnya “ah,mian..sepertinya aku harus pergi dulu, lain waktu aku pasti akan memnbalas kebaikanmu, krystal ssi” ucap ah min tersenyum lalu melambaikan tangannya dan pergi.

 

“kau kenal dia ?” tanya myung so yang dibalas anggukan krystal.

 

“nugu?”

 

“penggemarku” jawab krystal yang membuat myung so tertegun lalu tertawa begitu keras.

 

“geure. Tertawalah sepuasmu.aku pergi dulu.” Balas krystal dengan nada datar.

 

Myung so menghentikan tawanya. Ia lalu mengejar krystal yang berjalan menjauh darinya.

 

“Daebahk! Bagaimana kau bisa menyanyi seindah itu?” tanya myung so dengan wajah herannya

 

“ kenapa kau tak jadi penyanyi saja?” tanya myung so lagi.

 

“kalau itu terjadi eomma ku pasti akan mengusirku dari rumah” balasnya.

 

“waeyo ? kau tinggal saja dengan ku” ajak myungso dengan nada tanpa berpikir.

 

Namja ini apa tak menggunakan otaknya untuk berfikir, seenaknya kalo ngomong. Krystal pun menghentikan langkahnya “ neo … Byuntae !” ucapnya

 

“MWO ?” teriak myung so. Apa dia bilang barusan, byuntae ?!

 

“Ya ! kau kangan seenaknnya bicara seperti itu eo?” bela myung so pada krystal yang saat itu terhenti. Krystal tak menjawab pertanyaan myung so, ia hanya terdiam dan pandangan matanya tertuju ke depan. Myung so ikut mengalihkan pandangannya itu.

 

Seorang ahjumma berdiri didepan mobil hitam memandang mereka berdua. Myung so lalu member hormat pada wanita itu. tapi tidak dengan krystal.

 

“kau menyusulku kesini?” tanya nya

 

“Aku tidak menyusulmu, aku hanya ada urusan disini setelah itu pulang. Tapi … melihatmu menyanyi seperti itu membuatku harus membawamu kembali pulang. “ ungkapnya.

 

“shireo ! “

 

“wae, bukankah kau tahu kalau aku tak menyukaimu saat menyanyi seperti itu, lagipula kau disini tak mengenal siapapun kan?” tambah ahjumma itu.

 

“eomma”

 

Myung so terheyak, ia terkejut melihat ahjumma dihadapannya itu adalah eomma nya krystal.

 

“siapa bilang aku tak punya teman” balas krystal. Eommanya memandang myung so yang saat itu berdiri disamping krystal.

“ nuguya ? namjachingu mu ?” tanya eomma krystal.

 

“eo ! jadi jangan pernah menyuruh ku untuk pulang hanya karena masalah kecil” ujarnya yang membuat myung so terkejut mendengar ucapan krystal barusan.

 

“Ya ! kenapa kau bilang seperti itu eo ?” bisik myung so pelan. Krystal hanya memasang wajah memohon pada myung so dan myung so tahu apa maksunnya itu.

 

“ baiklah terserah kau ! tapi aku harap kau datang ke Ambasssador untuk pameran itu” ucap eommanya tersenyum lalu pergi meninggalkan krystal disana.

 

Mata krystal seketika sembab, air matanya jatuh. Ia pun memeluk myung so dan menangis.

 

Myung so hanya heran melihat tingkah krystal, tapi ia tahu kalau hati krystal sedang buruk. Namun tak begitu lama krystal melepas pelukannya itu

 

“mian” ucapnya dengna wajah malu

 

Myung so hannya tersenyum melihat krystal yang salah tingkah itu

 

“kau meyukaiku ya ?” tanya myung so mendekatkan wajahnya ke krystal.

 

“m..mwo ???” teriak krystal sedikit gugup karena wajah mereka berdekatan.

 

 

—-To be continued—

 

Hahahaha, mian ya, aku buatnya pas rumah lagi rame jadi gak bisa konsen, gak tahu ini bagus apa jelek. Semoga kalian menyukainya.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s