Cerpen Love story at the Spring

Posted: December 1, 2014 in Fact

love spring

Author

@Whirlwind_s

Genre

Roman

Title

Love story at the Spring

( Dongeng cinta di Musim Panas )

“Pangeran kembar yang menakjubkan”

Bulan maret Daegu telah berlalu. Dan kali ini sedang berlangsung musim panas di juni. Panas di tempat itu memang sangat luar biasa di banding kota lainnya. Bahkan terkadang bisa mencapai suhu maksimal di korea. Orang-orang daegu yang bekerja, terutama orang-orang pabrik banyak yang menikmati liburannya. Mereka akan lebih memilih berlibur ke pantai bersama keluarga mereka. Menikmati liburan musim panas dengan hal-hal yng menyenangkan. Terkecuali seorang yeoja yang lebih memilih kerja part time saat itu. Ia berfikir kalau saat berliburlah uang paling banyak didapatkan. “Kang Ye Seol, ini pesanan rumah no.105, cepat antarkan!” ujar seorang ahjumma sembari menyerahkan sebuah kotak tumpukan pizza. Kemudian ia kembali bekerja seperti semula. “ne” balas gadis yang bernama Kang  Ye Seol itu. Ia pun segera menata kotak itu di motor buntut yang dipakainya untuk mengantar pesanan. Panas dan terik matahari tak membuat gadis itu putus asa untuk mencari uang. Ye Seol terus mengelap keringatnya yang mengalir di dekat telinganya. Beberapa menit kemudian ia pun tiba di tepat tujuan. “Selamat siang , pesanan datang” ucapnya di depan bel pintu rumah itu. Tak sampai lima detik gerbang terbuka dan seorang security menyuruhnya masuk. “Daebak ! Ini rumah atau istana” ujar Ye Seol terkejut begitu melihat halaman rumah yang begitu besar itu. ia teus menatap dengan kagum dan terpesona melihat pemandangan yang luar biasa mewahnya. Air mancur dari patung perempuan bak malaikat diatas kolam kecil yang dikelilingi bunga tulip menghiasi pemandangan utama di rumah itu. Ye Seol terkejut dari pandangannya itu karena seorang pembantu ruah itu menyapanya dan menunjukkan arah mengantar pesanan nya itu, setelah nya ia pergi. “Annyeong. Aku pengantar pesanan anda tuan” sapa Ye Seol ramah sembari meletakkan beberapa kotak pizza itu dengan pelan didekat jus dan beberapa makanan yang tersaji di meja pinggir kolam itu. “agashi, apa kau masih pelajar? Kau terlihat sangat muda dan cantik” goda seorang namja yang tengah berendam di kolam renang bersama teman-temannya saat melihat kedatangan Ye Seol. “wae ? apa aku satu-satunya pekerja paruh waktu yang cantik?” canda Ye Seol dengan tenang. Seorang namja tampan  datang dan memamerkan uang begitu banyak pada Ye Seol “ aku bisa memberimu bayaran lebih kalau kau mau memberi tahu nomor teleponmu” ucapnya . Ye seol hanya nyengir tertawa mendengar ucapan orang itu. “Dwasseo ! cepat bayar aku” sanggahnya menengadahkan tangannya pada namja itu dengan ekspresi tanpa canggung padanya. “wah, Seung Ho .. aku rasa baru kali ini kau di tolak seorang perempuan” ujar salah seorang temannya yang diikuti suara tawa temannya yang lain. Pria yang dipanggil Seung Ho itu hanya diam namun mendengus kesal mendengar ledekan temannya itu. Karena terlalu lama menunggu,Ye Seol pun segera mengambil uang di tangan namja didepannya itu. Kemudian memberi kembalian “Ini sudah pas, aku pergi” ucap Ye Seol lalu meninggalkan tempat itu. Teman –teman Seung Ho justru tertawa lebih kencang begitu melihat kepergian gadis itu yang tanpa sedikitpun tertarik pada Seung Ho. “gadis itu matanya rabun ya “ keluh Seung Ho duduk di lalu meminum jus hingga habis. “kau benar-benar ditolak ya?” tanya seorang temannya lal mengambil kotak pizza dan membukanya. “Aish. Kau makan saja ini !” tambah Seung Ho lalu mengambil sepotong pizza itu dan memasukkan kemulut temannya itu dengan paksa. Kolam renang di rumah itu terdengar begitu ramai di musim panas kali ini. Sedang Seung Ho hanya terduduk sendiri melihat teman-temannya yang begitu terlihat bahagia. ****** “ Ye Seol ah , nanti sore ayo jalan-jalan. Apa kau benar-benar tak ingin menikati liburan musim panas kali ini?” rengek seorang yeoja berambut hitam pendek sebahu itu pada Ye Seol. Wajahnya nampak begitu lucu dan imut ketika ia merayu sahabatnya itu. “Aigoo . aku bosan melihat wajah imut mu itu ! Geure ! tapi kau jemput aku dirumah nanti sore” Ye Seol mengiyakan permintaan temannya itu yang diikuti suara kegirangan dari temannya. “Arraseo. Gomawo Ye Seol ah “ ucapnya senang lalu memeluk Ye Seol. “Ya ! kau jangan memelukku seperti ini eo !” balas Ye Seol sembari mencoba melepas pelukan temannya itu namun tak digubrisnya. Mereka justru terlihat seperti sepasang sahabat yang saling menyanyangi. ****** “Mianhae, Abeoji bilang siang ini aku berangkat ke seoul. Dia bilang dia harus pindah karena urusan pekerjaan, dan aku juga sudah didaftarkan sekolah disana. Mianhae Jiyeon aa” pinta Ye Seol. “gwencahana. Tapi kuharap kau takkan melupakanku”  balas gadis itu sedih. “Eo , arraseo. Aku pasti akan mengunjungimu saat liburan nanti.” Balas Ye Seol Mereka berdua pun berpelukan. Ayah Ye Seol hanya melihat putrinya itu sedih karena harus membuat nya berpisah dengan sahabat baiknya. Ye Seol melepas pelukannya dengan sahabatnya itu lalu naik taksi yang dipesan ayahnya. Ia pun masuk ke mobil itu. Perlahann mobil itu melaju. Ye Seol hanya bisa menatap sedih sahabatnya Jiyeon yang masih berdiri di tepi jalan itu menyaksikan kepergiannya. Los Angeles, USA “ Sang Hee, kau benar mau kembali ke korea?” tanya seorang laki- laki berambut pirang yang duduk melihat Sang Hee masih terdiam memandang keluar jendela kaca apartemen itu. “disana sedang musim panas, aku ingin melihatnya” balasnya berbalik lalu duduk di kursi kecil yang terbuat dari rotan itu. Teman Sang Hee itu hanya mengiyakan ucapan Sang Hee. Sejenak , ia bertanya sesuatu pada Sang Hee apakah ia akan memberi tahu saudaranya kalau ia akan pulang. Namun Sang Hee menjawab kalau ia takkan pulang ke Taegu, melainkan ke Seoul. “aku ingin bertemu dengan ibuku, mungkin aku juga akan pindah kesana” ucapnya Bagi Sang Hee, tempat yang ingin ia kunjungi pertama kali adalah Seoul. Karena ibunya ada di sana. Sang Hee tak peduli kalau ia harus diusir dari rumah ayahnya di Taegu. Ia justru akan lebih senang jika akan tinggal bersama ibunya. “ok. Kuantar kau sampai bandara” ucap teman Sang Hee dengan raut wajah begitu sedih karena di tinggal Sang Hee. “thank you George “ balas  Sang Hee tersenyum. Seoul, south korea Nandaemun malam itu tak terlalu ramai. Namun bagi Ye Seol tempat itu cukup menarik untuk dikunjungi. Setelah membantu ayahnya menata rumah karena pindahan , Ye Seol ingin jalan-jalan di sekitar Seoul. Ia begitu tak sabar untuk menikmati hari-hari barunya di Seoul. Malam itu, Ye Seol jalan-jalan di sekitar Nandaemun. Karena kalau ia ke Myeongdong pasti akan menghabiskan banyak uang , pikir Ye Seol. Jalanan yang begitu ramai saat itu membuat Ye Seol tersadar kalau dirinya sendirian di sana. Ia melihat kesekelilingnya. Semua dengan kerabat ataupun seseorang yang mereka kenal, sedang Ye Seol hanya sendirian. Ayahnya terlalu sibuk untuk diajak menikmati sesuatu yang bersifat liburan. Ye Seol terhenti dari langkahnya. Ia menatap langit yang saat itu terhias begitu indah karena bintang- bintang bertaburan bak lampu kota seoul di tengah malam. Terlihat indah, mewah dan berbinar. “ eomma, apa kau bisa melihatku ?” ucap ye seol sembari memperhatikan langit dengan wajah yang terlihat begitu sedih. Di tengah-tengah keramaian itu , Ye Seol benar-benar merasa sendirian. Apalagi setelah ia pindah ke tempat baru itu. Ia benar-benar kesepian. Namun, lamunan Ye Seol terpecah karena terdengar suara teriakan orang-orang. Ye Seol mencari sumber suara itu dan terlihat seorang pencopet yang dikejar massa. Kebetulan pencopet itu lewat di depan Ye Seol. Seketika gadis pun menjagal kaki pencopet itu hingga membuatnya terjatuh. Sontak saja pencopet itu marah dan menudingkan pisau lipatnya pada orang-orang disekitar sana karena takut . “ahjussi, kau bisa melukai orang lain kalau memakai itu” ucap Ye Seol. Pencopet itu hanya menyeringai kesal, ia pun lantas menudingkan pisaunya pada Ye Seol. Namun dengan sigap Ye Seol menghindarinya dan memukul tangan pencopet itu hingga membuat pisau nya terlepas. Karena kesal pria itupun hendak memukul Ye Seol. Namun lagi-lagi Ye Seol bisa menghindarinya dan bahkan membuat pencopet itu jatuh tersungkur. Seketika Ye Seol mengambil tali dan menggunakannya untuk menali pencopet itu. Setelah itu Ye Seol pun pergi. Orang-orang berterimakasih pada Ye Seol dan kemudian membawa pencopet itu ke pos petugas keamanan. Namun ternyata seorang namja tersenyum memperhatikan kepergian ye seol dan mengabadikan wajah ye seol dalam kameranya “Wah. Seperti Angelina Jolie ” tukasnya. Tak lama kemudian ia  berlari mengejar gadis yang dilihatnya tadi. ******* Malam itu Seung Ho jenuh dirumah. Apalagi sekarang ia pindah di seoul bersama eommanya. Ia pun pindah sekolah juga. Karena itu seung ho ingin jalan-jalan karena merasa bosan dirumah. “Hul !! Aku tak mengenal siapapun disini. Besok hari pertama sekolah, aku penasaran dengan pria seoul, apa mereka juga setampan aku” ucapnya terkekeh. Namun dengan langkah yang sedikit malas ia menendang sebuah kerikil di depannya. “Yap ! anggap saja sedang bermain sepak bola seperti di sekolah” tukasnya lalu bergaya ala sepak bola yang siap untuk menendang bola ke gawang. Seung ho pun  berancang-ancang dan menendang kerikil itu hingga membuatnya terlempar jauh. “Nice kick” ucapnya senang lalutersenyum. Tapi… “Awww” tiba-tiba suara itu membuat seung ho terkejut. “jangan-jangan kena orang” ucapnya takut. Seung ho berbalik dan berjalan berlawanan dari arah sebelumnya. “YA !” teriak seorang gadis dengan keras pada seung ho yang sontak membuat seung ho menghenti langkahnya. “aish ! kali ini matilah aku” keluhnya. “kau yang menendangnya kan?” tanya gadis itu dengan nada membentak. Seung ho masih diam dan tak berbalik melihat gadis itu. karena kesal gadis itu pun mendekati seung ho dan menyentil telinganya. “ hey sakit tahu !” teriak seung ho pada gadis dihadapannya itu. Dan betapa terkejutnya kedua orang itu saat mengeahui satu sama lain. “neo ?!” ujar kedua orang itu bersamaan. ****** Ye seol begitu terkejut saat tahu orang yang ada dihadapannya sekarang. Begitupun dengan seung ho. “neo ?!” teriak keduanya. Seung ho hanya mengeluh kenapa kerikil yang ia tendang tadi mengenai ye seol. Orang yang ia goda saat di taegu dulu. Tapi seung ho justru bersikap seolah-olah ia tak salah. “pizza, aku tidak sengaja tadi.. mianhae” ucapnya santai. Berbeda dengan Ye Seol. Setelah memukulnya dengan kerikil , pria itu justru memanggilnya pizza. Apalagi ia minta maaf dengan cara kasar seperti itu. Benar-benar menyebalkan, gerutu ye seol. “hei namja jelek, aku punya nama tahu!” bentak Ye Seol. Seung ho hanya tersenyum licik, “kau punya nama ya , aku kira namamu pizza” candanya. Ye Seol hanya menyeringai kesal. Dia bilang begitu karena ia memang tak bertanya siapa namanya. Ye Seol lantas mengatakan siapa namanya dengan nada begitu keras bak tentara. “benarkah namamu Kang Ye Seol, aku tidak percaya, kau tidak membohongiku kan ?!” Gadis itu semakin lama semakin jengkel dengan seung ho. “lihat baik-baik” perintah Ye Seol sembari menunjukkan kartu pelajarnya. Seung ho lantas mengamati kartu itu dengan teliti. “Aa~  Kau anak SHS 2 ya, bukankah kau kemarin di taegu?” “bukan urusanmu”jawab Ye Seol “ kau tidak minta maaf padaku eo ?” tambah ye seol. Seung ho hanya tersenyum lalu pergi karena ponsel nya bordering terus menerus. Ia hanya berjalan menjauh dari ye seol dan hilang. “HUL ! sudah kuduga dia itu orang yang menyebalkan!” ucap Ye Seol “ bagaimana bisa dia menanyakan namaku tanpa memberi tahu namanya” sambungnya. Ye seol berbalik dan duduk di bangku taman itu. Ia memandangi langit dan menghembus nafas lelah dalam dirinya. Tak lama kemudian, seorang pria datang menghampirinya. “bukankah kau tadi lewat di arah sana ?” ujar Ye Seol menunjuk arah dimana Seung Ho tadi pergi. Namja Itu bingung, karena Ia baru saja menemui Ye Seol. Sedangkan Ye Seol yang masih terheran memperhatikan penampilan namja didepannya itu dengan teliti. “kau ganti baju ya ?” tanya Ye Seol lagi. Namja itu kemudian duduk di dekat Ye Seol namun menjaga jaraknya. Namja itu tahu siapa orang yang dimaksud Ye Seol, tapi ia tak menggubrisnya. “ya ! kau bisu atau tuli eo ? kenapa diam saja” Teriak Ye Seol kesal karena sedari tadi pertanyaan nya tak dijawab oleh pria itu. “kau terluka” Ye seol hanya meringis, orang ini jangan-jangan punya kepribadian ganda, atau jangan-jangan kelainan pada saraf otaknya. “ bukankah kau yang melempar kerikil kearah ku tadi eo? Kau ini berkepribadian ganda ya ?” ujarnya jengkel. “dia orang lain” ucap pria itu lalu mengambil sebuah botol kecil dari tasnya dan memberikan pada Ye Seol “ini,untuk lukamu” ucapnya sembari menyerahkan sebuah obat pada ye seol. Ye seol hanya melongo dengan ekspresi wajah mulutnya yang terbuka melihat orang itu berubah sifat seratus delapan puluh derajat dari sebelumnya. Namja itu hanya tertawa melihat sikap ye seol lalu membuka tutup botol itu dan mengoleskannya pada ye seol. “kalau tidak cepat diobati akan infeksi”jelasnya. “tuhan, aku tidak gila kan ?” ujar gadis itu pada dirinya sendiri. Namja itu tersenyum saat melihat sosok yang dikenalinya sedang bediri tak jauh dari tempatanya duduk. “ jadi kau ya yang bertemu dengannya tadi ” ucap namja itu pada seung ho. Ye Seol berbalik dan melihat seung ho sudah berdiri tak jauh dari tempatnya duduk. Ye seol bertambah bingung melihat pemandangan itu. Ia melihat seung ho kemudian sosok yang ada disampinya itu “kalian kembar ?” tanya nya. “eonje wasseo ?” seung ho bertanya pada kembarannya itu. “kurasa kau sudah dekat dengannya, aku Sang Hee, kembarannya” ucap namja yang ternyat bernama sang hee itu. Ye seol hanya diam melihat mereka berdua. Oh God ! biasanya orang kembar sifatnya hampir mirip, yang ini kenapa beda jauh ?! ***** Hari itu hari pertama Ye Seol masuk sekolah di seoul setelah libur musim panasnya. Kebetulan sekolahnya juga tak jauh dari tempat tinggalnya. Jadi ia hanya perlu berjalan kaki dari rumahnya. “Ye Seol aa~, ppalli” ucap seorang gadis cantik bernama Min Young. Ia melambaikna tangannya pad aye seol. Yah ia teman baru ye seol di sekolah barunya itu. “wae ?” tanya ye seol heran saat semua orang gadis berkumpul di sana. Ia lantas mendekat ke kerumunan itu dan melihat sesosok namja tampan tengah berdiri bersandar di mobil. “annyeong” ucapnya memberi salam pada Ye Seol. “darimana kau tahu aku sekolah disini?” tanya gadis yang disapanya tadi. Seung ho hanya tersenyum “ aigoo, bukankah kemarin kau memberi tahuku kalau kau sekolah disini” “naega ?” Ye Seol bingung. Ia mengingat –ingat kapan ia memberi tahu seung ho “Aaa~, kartu pelajar itu !” ucapnya Seung ho lalu menggandeng tangan ye seol dan menyuruh masuk ke mobilnya yang sontak membuat semua siswI disana bersorak “ wuaaaaaa” Mobil itu pun melaju meninggalkan tempat itu. Ternyata seung ho mengajak Ye Seol jalan-jalan di sekitar myeongdeong. Ia ingin jalan-jalan menikmati musim panasnya di seoul. “ kenapa kau mengajakku kesini eo ?”gadis itu agak sedikit geram. Ye seol hanya mengikuti seung ho yang berjalan didepannya itu. Tiba-tiba langkah nya terhenti  begitu melihat setangkai bunga mawar putih yang begitu indah didepan toko bunga. “kalau kau berjalan di belakangku kau akan dikira penguntit” ujar seung ho. Merasa tak disahut seung ho pun berhenti dan melihat ye seol jauh darinya dan berhenti didepan toko bunga itu. Seung ho pun mendekatinya lalu masuk kedalam toko itu tanpa disadari ye seol. “ini untukmu” ucap seung ho tiba-tiba dengan memberikan seikat buket bunga mawar merah yang begitu banyak pada ye seol. “apa-apaan ini?” tanya ye seol heran Seung ho menarik tangan kanan ye seol dan memberikan bunga itu padanya. “anggap saja ini permintaan maaf ku atas kemarin, aku tulus” ucapnya tersenyum pada ye seol yang memang terlihat begitu berbeda dibanding kemarin-kemarin. Ye seol hanya terdiam dan mengehla nafas curiga, namun ia terlihat senang. “hul ! kau merayuku lagi ya ?” canda ye seol. Seung ho tertawa mendengar ucapan ye seol itu. Memang benar sebelumnya ia menggoda ye seol saat di taegu. Tapi tidak untuk kali ini. “karena kau gadis yang baik aku takkan menggodamu, aku tak ingin melukai orang baik sepertimu” ucap seungho yang membuat ye seol sedikit merasa kecewa. Bukan karena seung ho sudah tak tertarik padanya. Tapi hatinya merasa kecewa karena berarti seung ho takkan suka padanya. Ye seol merasa aneh dengan dirinya. Apaka ia menyukai seung ho ? tidak mungkin, aku baru mengenalnya beberapa hari yang lalu. Tak mungkin aku menyukai namja menyebalkan seperti dia., batin ye seol. “kau kecewa ya ?” tanya seung ho yang membuat ye seol kaget dengan  pertanyaannya itu. “aa–.. aniyo ! kau ini bicara apa sih !” elak ye seol. Gadis itu beralih mengajak pulang saja karena ia sudah lelah. Akhirnya mereka pun pulang, tapi seung ho justru mengajak ye seol pulang kerumahnya. “ya, aku kan tadi minta pulang ? kenapa malah kesini ?” “kau kan tak menyebutkan kalau kau ingin pulang kerumahmu” balas seung ho. Ye Seol hanya mengehela nafas , “namja ini cerdik atau memang licik ?” fikir ye seol. Ye seol pun akhirnya duduk si sofa ruang tamu itu. Sedang seung ho pergi kemar untuk ganti baju. Ye seol  melihat lihat ruangan itu. Begitu luas dan mewah “jadi dia anak orang kaya ya ?” ucapnya lirih. Ye seol merasa seolah-olah pintu pembatas antara ia dan seung ho muncul. Namun, ia tak ingin meyakini perasaannya itu. ia tak ingin memperjelas apa yang ia rasakan saat itu. “seung ho mengajakmu kesini ya ?” tanya seseorang yang turun dari tangga rumah itu. Ye seol hanya berbalik dan melihat sang hee yang turun dari tangga dan duduk. “ eo” ucapnya “aneh sekali “ ujar sang hee tiba-tiba. Ye seol tek mengerti maksud sang hee pun menyakan kenapa , namun sebelum sang hee menjawab seung ho datang dan mengajaknya untuk mengantar nya pulang. “boleh pinjam ponselmu” ujar sang hee pada ye seol. “wae ?” tanya ye seol heran . Namun akhirnya ia pun menyerahan ponselnya pada sang hee. dan sang hee pun mengetik sesuatu di ponsel ye seol. “ppalli” tukas seung ho yang saat itu berdiri di depan pintu. Sang hee pun mengembalikan ponsel ye seol. “ ku telfon nanti malam” ucap sang hee lalu pergi ke kamarnya. Ye seol hanya menatap heran kedua orang itu “ yah, setidaknya mereka memang memiliki kesamaan, sama-sama cerdik. Ani.. sama-sama licik yang benar” celoteh ye seol lalu mengikuti seung ho  yang sudah keluar dari rumah itu. ****** Sore itu ye seol menunggu didepan gerbang sekolah seung ho. Sang hee yang memintanya untuk datang sore itu karena ia ada keperluan dengan ye seol. Namun sepertinya sang hee belum muncul. Saat itu siswi di sekolah sang hee pulang melewati ye seol dan melihat seragam sekolahnya. “dia anak SHS 2 kan, wah.. sekolah negri ya, pasti otaknya rendah!” ucap salah seorang gadis sebelum ia masuk kedalam mobilnya yang diikuti suara tawa temannya. “lihat saja penampilannya, jauh dari kata FASHION “ tambah seorang gadis yang mengejek ye seol. Mereka pun tertawa dengan ejekan mereka pada ye seol. Karena kesal, ye seol pun memukul gadis yang mengatainya tadi hingga membuatnya mimisan. “ya , kau ini gangster ya “ susul seorang gadis lalu balas menampar ye seol. Ye seol pun tak mau kalah lalu menmapr balik gadis itu. namun tangannya tak menjangkau gadis itu karena seung ho mencegahnya. “seung ho “ucap gadis yang menampar ye seol itu kemudian memeluk seungho. “dia memukul Rin Ah, lihat dia sampai mimisan” ucap nya. “dia yang mengataiku duluan” bela ye seol. Namun tak di gubris oleh seung ho. Justru namja itu memberi saputangan pada  rin ah untuk menutupi lukanya itu. “ kenapa kau kesini ? aku tak memintamu untuk datang ke sekolahan ku kan ?” ucap seung ho pada ye seol. Gadis itu kesal mendengar ucapan seung ho lalu menamparnya. “ memangnya kalau kau minta kau akan datang kesini untukmu?” bantah ye seol dengan wajah yang terlihat benar –benar marah. “Geure, sepertinya aku yang salah menyukai orang sepertimu!” ucap ye seol. Ia hendak pergi namun sebuha tangan menggapainya. “ aku yang punya urusan dengannya” ucap sang hee lalu mengajak ye seol pergi dari tempat itu. Seung ho hanya terdiam. Ia masih tak mengerti apa yang barusan ye seol ucapkan. Tapi ia merasa kalau ia benar-benar salah. ******* “gomawo, kalau saja kau tak datang tadi sore, mungkin aku sudah pergi dengan wajah malu” ucap ye seol pada sang hee. “ini juga salahku menyuruh kau datang ke sekolahanku, sebenarnya aku ingin menjemputmu,tapi karena seung ho meminjam mobilku aku tak bisa pergi” Angin malam berhembus begitu tenang, Sesuatu yang membuat seseorang akan merasa lega setelah ia menikmati hembusannya. Musim panas masih berlangsung, tapi hati ye seol kini berasa dalam musim dingin yang serasa begitu beku dan dingin. “kau baik-baik saja ?” tanya sang hee pada ye seol. Ia tahu kalau gadis itu terluka dengan ucapan seung ho tadi sore. Ia juga tahu maksud seung ho melarangnya datang kesekolahnnya. Tapi ia merasa kalau seung ho lah yang pantas menjelaskan semuanya,  bukan dia. “eo, gwenchana” balas ye seol masih terdiam. “kau pulang saja biar ku antar, kau  bahkan belum mengganti seragammu” tukas sang hee. Tapi ye seol menolak, ia ingin menikmati angin malam musim panas itu. Lagipula ia tak ada kegiatan di rumah. Jadi akan lebih baik kalau ia jalan-jalan dulu. “kau marah padanya ?” tanya sang hee. sedang ye seol tak menjawab pertanyaan itu. “kalau kau marah dengan kembaranku, kau bisa datang padaku kapan saja, bukankah aku dan dia orang yang sama ?!” tukas sang hee. nampaknya namja itu pun juga menaruh hati pada ye seol. “mwoya, kau ini bicara apa sih!” alih ye seol. Sang hee terdiam. Suasana hening membuat keduanya merasa canggung. Apalagi setelah perkataan sang hee barusan. “ aku jujur, ye seol. Kalau kau memang sudah tak ingin bersamanya, kau bisa datang padaku. Sebenarnya aku pun sudah menyukai mu, semenjak di nandaeum kemarin, kau terlihat begitu keren. Apalagi saat kau menghajar pencopet itu” Ye Seol tertegun “Nandaemun ? kau disana ?” Sang hee mengangguk. “ tapi.. kulihat kau lebih menyukai kembaran ku ketimbang aku, dan juga kau dan dia sudah begitu dekat, jadi kupikir aku lebih baik menunggumu” tambah sang hee. “sang hee ya~.. oh, ini sungguh bukan hal yang baik, masih ada gadis yang jauh lebih baik daripada aku ?” “tapi tak ada yang sepertimu” Ye seol hanya terdiam. Ia tak menyangka kalau kembaran orang yang ia sukai juga menyukainya. Memang benar wajah mereka sama, tapi..perasaan yang dirasakan ye seol berbeda. “maaf, bukannya aku menolak mu, hanya saja…” “perasaanmu berbeda? Aku tahu itu, perasaan manusia bisa berubah kapan saja ye seol” Tiba-tiba ponsel sang hee bergetar. Dan itu eommanya yang menyuruhnya untuk pulang karena harus mengantarnya ke busan. “miahae ye seol aa~ aku sepertinya harus pergi dulu, neo gwencahana ?” tanya sang hee. Ye seol hanya membalas pertanyaan itu dengan anggukan kecil. “aku tidak bercanda dengan ucapan ku tadi ye seol. Kumohon fikirkanlah.. tapi jika kau benar-benar menyukai seung ho, kurasa kau harus memperjuangkan cinta itu. karena penyesalan kadang begitu menyakitkan” Dengan berat hati sang hee pun meninggalkan ye seol sendirian di taman itu. Tanpa terasa, angin malam yang semilir itu membuat mata ye seol pedih. Air matanya pun jatuh membasahi pipinya itu. Ia tak menyangka kalau sang hee sudah mengenalnya dan menyukainya saat pertama kali bertemu. Kalau saja yang pertama kali ku temui adalah sang hee, aku pasti akan lebih memilih dia. Tangannya pun menghapus air asin yang menetes itu dengan segera. “nappeun namja” ucapnya tiba-tiba dengan suara berat. Ye seol benar-benar kecewa dengan perasaannya sendiri. kenapa dia harus menyukai seseorang seperti seung ho. “kau belum pulang” ucap seseorang yang tiba-tiba datang dan memberi ye seol setangkai mawar putih di pangkuannya. Ye seol menoleh dan melihat namja yang datang dihadapannya itu. Gadis itu tak menjawab. Ia hanya mengalihkan pandangannya dari tatapan wajah orang itu. Seung ho tahu kalau gadis dihadapannya itu marah padanya. Ia pun duduk disamping ye seol. “kau tahu ,ada kalanya seorang pria tak ingin melihat gadis  yang disukainya menghampiri namja lain. karena itu sangat memalukan baginya” ucap seung ho. Ye seol masih terdiam. “ apa yang kau bicarakan” ucapnya lalu melatakkan bunga itu dikursi dan berdiri. “kau masih marah padaku ?” tanya seung ho. Ye seol mencoba mengumpulkan suaranya. Ia tak ingin seung ho tahu kalau ia menangis karena pria itu. “aku tidak marah dengan mu . hanya saja aku sudah terlanjur membuang perasaan suka ataupun benci ku padamu agar tak ada perasaan yang tersisa. Jadi anggap saja kita sudah tak saling mengenal” balas Ye Seol serak. Seung ho tahu gadis itu tak berani menatapnya. Ia pun memegang tangan ye seol yang hendak pergi saat itu. “dan aku tahu kalau kau belum bisa membuang semuanya…” seru seung ho. Ia pun  bangkit dan memotong tangkai bunga mawar itu menjadi pendek. Menatap yeoja dihadapannya itu dengan senyum manisnya. Ye seol hanya tersenyum kesal, bagaimana bisa namja itu menggodanya di saat-saat ia sedang kesal karenanya. “dan bila memang kau sudah membuang perasaan itu, tak bisakah kau mengambilnya kembali..” tanya seung ho pada ye seol. Namja itu menatap wajah ye seol begitu dalam. Seolah – olah ia ingin ye seol tahu tanpa harus diucapkannya lagi. “mwo ?” Seung ho pun memeluk ye seol. Gadis itu sontak terkejut dengan apa yang dilakukan namja itu. “mianhae… aku hanya tak ingin kau menghampiri namja lain selain aku, aku bahkan tak ingin kau menghampiriku” kata seung ho lalu melepas pelukkannya. Air mata ye seol mulai mengalir. Ia tahu arti ucapan seung ho. Dan semua terasa begitu menyakitkan. “ pergi…” ujar ye seol lirih. “ tapi .. biarkan aku saja yang menghampirimu” tambah seung ho. Ye seol tak mengeri ucapan seung ho . Ia hanya menatap seung ho dengan perasaan kalut dan bercampur aduk. “mwo ?” “bunga takkan pernah pergi kemana mana dari tangkainya kalau ia tak dipetik, jadi cukup biarkan aku menjadi orang pertama yang memetik bunga itu, sekaligus memilikinya..” sambung namja itu lalu menyelipkan mawar putih nya tadi ke telinga kanan ye seol. Gadis itu terdiam mendengar ucapan seung ho. Namun air matanya tlah berhenti. Ia menatap dalam seung ho yang masih memperhatikannya dengan tatapan lembut. “jangan menangis, musim panas takkan mempunyai hujan” ucap seung ho menghapus air mata terakhir ye seol. Meskki itu adalah air mata bahagia gadis itu. “ lain kali jangan kau  pedulikan omongan sang hee kalau dia memintamu datang kesekolahku.. “ bisik seung ho. Ye seol melepas hanya memandangi seung ho tak percaya. “kau..” Seung ho pun tersenyum “ Saranghae , kang ye seol “ ucap seung ho lalu mengecup kening gadis itu lembut. Ye Seol tersenyum mendengar apa yang diucapkan seung ho barusan. “gomawo.. “ balas lembut. Seung ho hanya membalas perkatan itu dengan senyuman. Tangannya membelai rambut Ye Seol begitu lembut. “neo … nekkoya” Seung Ho lalu mencium lembut bibir gadis itu. Ye Seol tak mengelak saat namja itu menciumnya. Ia hanya terdiam dan menikmati apa yang Seung Ho lakukan. Thanks for all my spring.. And especially.. For you my love, i’ll never alone again in this spring, because you always in beside me J *END*

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s