Just a Dream


just a dream

Riuh gemercik air yang menderu

Membasahi bumi yang kering dan tandus

Menyuburkan dedaunan dan peppohonan kering

Menyejukkan dunia yang begitu bising

Malam ini aku tanpamu

Tiada yang bisa kuperbuat lagi

Selain melukis indah wajah manismu

Yang slalu menghiasi hari-hariku

Malam semakin larut dan dingin

Namun sang hujan tetap gemericik

Seakan langit yang luas itu menangis tiada henti

Dinginnya malam mini

Membuat aku merindukan dirimu

Rindu setiap kata-kata yang kau lantunkan

Rindu setiap senyum yang kau biaskan

Aku berharap pagi kan cepat datang

Agar ku mampu melihat indah wajahmu

Memandang dirimmu dari kejauhan

Karna mungkin kau hanya mimpi untukku

Yang tak mungkin bisa kumiliki

Memandangmu…

Tapi tak bisa menyentuhmu

Karena kamu bukanlah untukku

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s