Never Forget You


spring-beauty-221675-1

Hi, long time no see. I think i’m really busy but now i active again on writing. I love it. I wish that you will like my story. If not its okay i’m just ordinary author. I made this story cause now i’m fall in love with ikon. So, ikonics or other people please read. Thanks 🙂 N sorry for typo.

Cast     :

  1. Kang so in
  2. Jung chan woo
  3. Song yun hyeong
  4. Kim Hanbin
  5. Kim Jinhwan
  6. Kim Donghyuk
  7. Koo junhoe

 

“SONG YUNHYEONGGGGGG!!!”

Teriakan itu menggema keseluruh ruangan rumah itu. Yunhyeong yang mendengarnya langsung keluar kamar dan menyeret gadis yang meneriakinya itu.

“YA ! micheosseo ! kau bisa membangunkan semua orang di kompleks ini tahu !”

So in mendengus “ kau yang mengatakan pada hanbin kan kalau aku suka dia?”

Yunhyeong masih menguap dan menanggapi gadis itu santai.

Pria itu menatap so in geli melihat wajah nya yang tampak lucu saat marah

“kenapa kau tertawa ?” tanyanya “ ashh jinjja ! aku bahkan tidak berani mengantar makanan kerumah bibi kim karenamu tahu !”

“bukannya kau menulis surat beberapa hari yang lalu ?”

“eoh ?”

So in terkejut. Ia menutup mulutnya dengan tangan kanannya

“ geunde, aku masih belum memberikan surat itu”

Yunhyeong duduk di kursi ruang tamu rumah itu. Matanya sudah terbuka agak lebar  dan so in terus menngikuti langkah sahabatnya itu

“marhae ! kau tahu sesuatu kan !”

“kau menjatuhkannya di taman saat kita semua bermain hari sabtu kemarin. Aigoo dasar ceroboh”

“JINJJA ?”

“eo !” yunhyeong meneguk air minum di botol yang tersedia di meja itu

“ini milikku” rebut so in yang langsung mengambil botol air minum yang ada di tangan yunhyeong

“kang so in, kenapa kau begitu bodoh eo ? kami semua membaca surat mu itu?”

“MWO???”

Yunhyeong menutup telinga kanan saat mendengar suara so in yang lumayan melengking.

“bisa tidak suara mu itu pelan sedikit, telingaku bias rusak!”

So in masih membatu. Perasaannya campur aduk antara malu, sedih dan juga bingung.

Mereka semua membaca suratkku, ya Tuhan cabut nyawaku sekarag saja, atau buat aku menghilang. Rasanya benar – benar ingin pergi jauh dan tak au bertemu mereka.

 

“kenapa kau tak mengatakannya dari kemarin “ so in berteriak dan memukul bahu yunhyeong.

“ya Appo ! lagipula kau tak menanyakannya !”

“nappeun namja !” umpatnnya kesal

Yunhyeong mentap so in tanpa ekspresi “dari kami berempat kenapa kau menyukainya ?’

“eo ? “

So in berpura – pura tidak paham akan pertanyaan yunhyeong itu.

“kami semua bukankah baik padamu, kenapa kau jatuh cinta pada hanbin?”

So in diam “ dia keren, itu saja “ jelasnyna “ ah molla, aku mau pulang.”

So in lantas pergi dan yunhyeong hanya menatap kosong kepergian so in saat itu.

 

Rumah so in

Malam itu suasana rumah so in harmonis seperti biasanya. Mereka menikmati waktu bersama  di ruang televise. Adik so in , kang sun wo sedang bermain catur bersama ayahnya dan ibunya sedang menyisir rambut so in. gadis itu duduk sembari membaca novel yang bari dibelinya tadi sore.

“unni, kudengar kau menyatakan perasaanmu pada hanbin hyung!”

Semua orang di ruanga itu menoleh pada sun wo

“jinjja ?” Tanya ibu so in yang tampak begitu penasaran.

“kau menyukainya ?”

“ehh.. appa ! eomma ! itu kan hanya rumor” so in membantah “ ya kang sun wo kau jangan bicara aneh – aneh !” benta so in.

‘Tidak ! aku melihat bekas surat yang ada di tempat sampah. Sepertinya kau perlu latihan saat menulis surat cinta” ceplosnya lagi tanpa memandang kakaknya itu dan terus menjalankan caturnya.

Orang tua so in masih memandangi anak gadisnya itu.

“YYA ! aku bilang tidak. Sun wo pasti mengada – ada”

“yeobo, sepertinya putri kita sudah tahu tetang cinta “

Geureuge .. apa kau ingin berkencan dengannya , nanti appa yang…”

“APPA EOMMA GEMANE ! Aishhh”

So in yang marah langsung pergi kekamarnya

“Brak !!”

Suara pintu membuat ayah dan ibunya kaget

“aku piker dia lebih dekat dengan jinhwan” piker ayahnya

Ibunya mendesah ‘ eihhh, yang paling dekat dengannya itu yunhyeong. Kenapa gadis itu bias jatuh cinta pada hanbin”pandang ibunya heran

‘wae ? nan hanbin hyung jhoa, dia pintar main music, pintar, keren dan juga berkharisma!” bela sun wo sembari menyingkirkan raja milik ayahnya hingga membuat appanya pasrah karena kalah unntuk yang kelima kalinya.

 

“jinhwan hyung kenapa lama sekali sih “ rengek junhoe yang kecapekan menunggu.

“itu dia !” ucap hanbin setelah melihat jinhwan datang dengan ransel beratnya.

“hyung, kau bawa apa saja kenapa tasmu begitu berat sekali ?”

Jinhwan menengok ransel yang di pakainya “ hanya buku, so in mau meminjamnya”

“so in ?”

Jinhwan mengangguk

“ bukankah dia bisa meminjamnya nanti ?”

“molla, dia meminntaku membawa sekarang”

Tak selang berapa lama so in dating mengagetkan mereka berempat

‘kenapa kalian pasang wajah aneh begitu ?”

Yunhyeong malas menanggapi ucapan so in “ Ya ! kau tahu tidak kami hamper telat”

So in nyengir “ cih, padahal tidak sampai tiga menit.”

“ini bukunya “

“Asa ! gomawo, besok aku sudah akan menngembalikannya ?”

“kau bise menyelesaikannya sehari ?” Tanya junhoe

So in mengangguk “ hari ini aku tidak masuk sekolah, appa bilang aku dipindah ke sekolah baru”

“chona ? wae ?”

“karna aku pintar “ jawab so in yang membuat semua pria itu merasa mual.

“eodi ? “ yunhyeog menyela

“molla, appa belum memberitahuku, dia bilang kejutan”

“good luck kang so in” hanbin tersenyum yang membuat so in seperti mau melayang ke surga. Ya tuhan tahan so in tahan !

“EO ! “ucapnya jutek lalu pergi meninggalkan sahabat – sahabatnya yang keheranan

“sikpnya itu kenapa lagi ?” hanbin heran.

“molla “

“kuraasa dia seperti alien “ ceplos jinhwan

Yunhyeonng memandang so in yang sudah semakin jauh darinya “kajja, kita bakalan telat nanti”

 

Sma Shirin merupakan salah satu sma terkenal di seoul. Semua murid yang bersekolah di sana adalah murid yang berprestasi. Banyak sekali remaja – remaja yang sering ikut lomba ke luar negeri karna saking pintarnya. Bangunan sekolah yang luas dengan fasilitas olahraga lengkap seperti kolam renang, golf, lapangan berkuda, gym , ballet, music , dance dan masih banyak lagi. Salah satu sekolah yayasan Empire Group itu melejit di antara sekolah sekolah lainnya. Tak heran jika banyak yag mendaftar di sma itu. Termasuk yunhyeong, hanbin , junhoe dan jihwan. Mereka berempat masuk di sekolah yang sama. Sebenarnya dulu so in juga mau mendaftar, hanya saja ibunya memilih agar so in masuk di sekolah khusus putri. Ia ingin so in menjadi gadis feminism yang berbakat, tapi sayang itu jauh dari harapan ibunya. So in memang jenius, bahkan orang sekomplek pun tak ada yang sejenius so in. jika ibu so in anaknya itu feminism dan lembut, tapi itu justru kebalikannya. So in merupakan gadis yang lumayan boyis dengan gaya dna tingkah lakunya, mungkin karena semenjak kecil ia berteman dengan pria jadi sifatnya seperti itu.

“tapi.. kenapa aku penasaran kemana so in dipindah ?”

“wae ? kau juga menyukainya ?” Tanya junhoe pada hanbin

“eih, seolma ! “ bantah hanbin.

“tapi dulu waktu kecil dia paling dekat denganmu kan?” giliran jinhwan yang memojokkan hanbin.

“ya ! itu kan waktu masih anak – anak,sekarang berubah, lagipula kami tidak cocok !”

“kalian sudah mengerjakan pr matematika ?” Tanya yunhyeong memecah pembicaraan konyol temannya itu.

“matta !” ungkap jinhwan syok. Ia ingat ia belum membukka buku pr sama sekali.

“aku sudah selesai di sekolah kemarin” junhoe menambah

“wah, boleh aku pinjam .. “ rayu jinhwan pada junhoe dengan memasang wajah imutnya itu.

Hanbin dan yunhyeong yang melihatnya merasa aneh lalu menghindar pergi. Junhoe hanya mengiyakan dan berjalan mengikuti kedua sahabatnya.

 

Suasana kantin di sma hirin seketika ramai saat tiga orang pria dating. Para gadis berteriak teriak melihat mereka. Terlebih lagi seorang gadis yang bernama park se ra. Wanita tersenyum angkuh seakan para gadis disana bukanlah saingannya untuk mendapatkan idola itu.

Sera menghampiri ketiga pria yang duduk di meja dekat pintu masuk kantin.

“jun chanwo, bukankah ini keterlaluan ?”tannya sera yang segera duduk di samping chan wo. Sera mengamati semua orang yang ada disekitarnya dengan tatapan dinginnya membuat yang lain jengkel kemudian kembali ke suasana seperti semula. Bobby yang melihatnya terkesan.

“wahh, sepertinya kau punya aura tersendiri sera ya, lihat lah mereka semua langsung diam “ ujarnya.

“ya jung chan woo, kenapa kau tak terima saja dia eo ?” tambah donghyuk

Pria yang dipanggil chan woo hanya tersenyum tanpa membalas ucapan sahabatnya.

“kudengar kalau pasangan yang sama hebatnya itu tidak cocok !” celetuk chan wo setelah mengambil makan siangnya.

Sera masih diam “ wae ? bukankah itu terdengar hebat ?”

“sera ya, ..” chan wo menatap sera yang duduk manis disampinngnya. Melihat itu sera semakin bersikap manis pada chan wo

“eo wae ?” Tanya nya lembut.

‘maaf, aku harus makan dulu ngobrolnya nnati saja “ ucapnya lalu muli menyendok supnya.

Bobby dan donghyuk langsung tertawa. Sedangkan sera ia kesal setengah mati. Bagaimana bisa dia menipu nya seperti itu.

“makanlah, aku akan pergi “ ucapnya kemudian meninggalkan ketiga pria itu.

 

Dia pikir dia siapa seenaknya begitu.

 

“kau lihat ? mereka memang seperti jauh dari level kita ?” ujar junhoe dari seberang meja tempat chan wo dan sahabatnya duduk.

Jinhwan dan hanbin menoleh menengok mereka bertiga yang tengah makan.

“mereka sudah lahir dengan sendok emas dimulutnya, tentu saja mereka terkenal” ucap hanbin.

“yunhyeong, kau hebat bisa mengalahkan si chan wo soal pelajaran !” puji jinhwan

“Aihh, kalian seperti wanita saja suka membicarakan orang lain “ tegur yunhyeong

“ooohh.. arrasseo “ ucap mereka bertiga berbarengan.

 

 

Rumah so in.

“MWO ? SMA SHIRIN ?” so in terkejut setengah mati mendengar tuturan ayahnya bahwa dia akan di transfer ke sma itu.

“kepala sekolah bilang sma shirin sendiri yang memilih daftar siswa yang akan dipindah kesana, wahh lihatlah anak kita begitu hebat sekali yeobo!” puji ayah so in senang

‘tentu saja, gen ibu lebih banyak menurun pada anak – anaknya” canda ibunya tertawa.

So in masih mematung dengan ekspresi tak percayanya.

Ya Tuhan, kalau begitu aku akan satu sekolah dengan empat orang itu lagi !

“so in ah , aku sudah bilang pada ibu hanbin agar menunggu mu besok saat berangkkat sekolah ?”

“mwo ? hanbin ? “ so in tercengang. Ibu so in hanya mengangguk

“eomma tahu kau menyukainya kan jadi ibu bilang begitu “

Tubuh so in terasa lemah tak berdaya mendengar ucapan ibunya itu. Entah kenapa ibu so in lebih peka dari yang lain, saking pekanya so in kadang merasa keterlaluan.

“AHHH EOMMA KAU MEMBUAT KU MALU ! AISHH !” bentak so in lalu masuk ke kamar.

“kenapa akhir akhir ini dia suka sekali membanting pintu “ujar ayahnya.

“wanita memang sensitive” balas ibu so in.

 

Eomma keterlaluan,bagaimana bisa dia bilang pada ibu hanbin seperti itu !

Dia melihat ponselnya yang tergeletak di ranjang. Diambilnya ponsel itu dan dipencetnya dial 2 .. Yunhyeong Jelek

“yeoboseyo ?” ujar pria ari ponsel itu.

“sore ini kau dirumah ?” Tanya so in

“eo wae ?”

“ada yang ignin kumintai tolong darimu “

“mwoga ?”

“nanti saja kuceritakan “

“arrasseo !”

Tut tut..

Panggilan itu berakhir. So in duduk terdiam diranjangnya. Di tengoknya sebuah photo lama disamping tempat tidurnya itu.

“ah, kenapa aku tak pernah bisa lepas dari mereka !” keluhnya.

 

“nugu ?” Tanya hanbin setelah yunhyeong mematikan ponselnya.

“so in . ada yang ia bicarakan, kurasas dia juga mengajak kalian nanti dirumahku”

“kapan kita bermain tanpa so in, kurasa hamper setiap hari kita dengannya” ujar jinhwan tertawa.

Junhoe pun ikut tertawa mendengar ucapan jinhwan.

“apa dia tak punya teman wanita ?” Tanya hanbin pad ayunhyeong.

Yunhyeong tersenyum lucu “ dia bahkan jadi idola wanita disekolahnya, jadi karna itu kurasa dia bosan berteman dengan wanita ?”

“MWO ?” teriak ketiga pria itu.

 

“kenapa dia lama sekali?” Tanya jinhwan yang sudah merasa bosan.

“kalian menunggu so in ya ?” Tanya ibu yunhyeonng mengantar donat ke meja anak anak itu.

“dia bilang ingin meminta tolong sesuatu” ujar hanbin yang kemudian mengambil donat itu tanpa menunggu ibu yunhyeong menyuruhnya. Begitu juga yang lain.

“mungkin sebentar lagi. Nah, kalau butuh sesuatu ambil sendiri saja” ucap ibu yunhyeing kemudian pergi.

Ketika mereka semua tengah asyik memakan donat dari ibu yunhyeong so in dating dengan terengah – engah.

“kau kenapa ?” Tanya yunhyeong

So in masih mencoba mengatur napasnya

“ya, hanbin ah, seberapa banyak anjing dirumahmu eo ? “

Hanbin masih sibuk dengan donat nya hanya menjawabnya asal “ memangnya kenapa ?”

“mereka lepas dan mengejarku tahu !” keluhnya lalu duduk disamping yunhyeongn dan melempar tasnya sembarang.

Hanbin hanya tertawa  “ mereka bahkan tidak menggigitmu “

So in nyengir “ eih, kenapa aku harus suka orang menyebalkan sepertimu” ungkapnya.

Yunhyeong hanya menatap sikap lucu so in.

“kau mau minta tolong apa memang ?”junhoe memulai percakapan itu lagi.

“kalian harus jadi guide ku dulu seminggu karnna aku pindah disekolah kalian !” pintanya santai kemudian ikut mengambil donat itu.

Semua pria itu melongo mendengar ucapan so in dan menatapnya tak percaya.

“waeyo ? shireo ? “

Hanbin menelan donatnya  pelan kemudian meminum air jeruk di gelas itu “ YA ! memang kau tak mau berteman, kau bisa Tanya yang lain “perintah hanbin keras.

So in diam tak kembali menggigit donat nya “arrasseo kalau begitu aku tak mau jadi guru les kalian lagi

“wahh, kau benar – benar cerdas sekali “ ledek jihwan.

“kau bisa minta seonsangnim atau minta peta sekolah jika kau butuh sesuatu “ saran yunhyeong.

“ majja, memangnya kau mau tour’ tambah junhoe

‘Ya ! aku hanya ingin kalian juga menemaniku dulu… aku belum terlalu tahu suasana sekolah kalian” jelas so in jujur

“kau minnta hanbin saja menemanimu “ saran jinhwan

Hanbin memukul jinhwan

“chugulle ?!” ancam so in pada jinhwan

“wae ? kau kan menyukainya kan?”

“sudah tidak. Hul,bagaimana bisa aku suka orang jutek seperti dia” so in menggigit kembali donatnya.

“ YA! lagipula siapa yag mau pacaran dengan gadis gala sepertimu eo ?”

“mwo ?” so in menjerit mengambil bantal kursi itu dan melemparnya ke hanbin.

“apa imbalannya ?” Tanya yunhyeong yang membuat keempat sahabatnya itu menoleh padanya.

“apa yang kau minta ?” Tanya so in

“ya hyung, kau jangan ajak ajak kami eo!” pinta junheo

“tambahi jam les , cool ?”

“itu saja ?” Tanya so in

Yunhyeong mengangguk

“cool !” balas so in.

Jihwan, junhoe dan hanbin hanya melihat kedua orang itu tanpa berekspresi apapun.

 

Sore itu sehabis pulang sekolah chan woo tidak langsung kerumah. Ia meminta supirnya untuk mengantarnya jalan – jalan terlebih dahulu. Ia begitu sesak dirumah. Melihat ibu tirinya yang begitu baik padanya semakin membuat chan wo benci padanya. Bukan tanpa alasan, chan wo lebih menyukai wanita itu menjadi seorang kenalan ayahnya yang baikpadanya. Bukan menjadi ibunya. Chan woo hanya menyimpan rasa benci itud iam diam. Ia tak ingin menyakiti siapapun dan tak ingin memberitahu siapapun tentang lukanya itu.

“ppalli ga ! ashh jinjja !” keluh seorang gadis yang memanjat pohon jambu kecil di pinggir jalan karena dua ekor anjing bulldog menunggunya dibawah sana.

Merasa tertrik, Chan woo menyuruh supirnya berhenti sejenak. Ia penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh gadis itu.

“dasar sialan ! kenapa dia punya peliharaan banyakk sekali “ keluhnya kesal. Ia melihat sekitar tak ada sesuatu yang bisa mengusir anjing itu. Sebenarnya anjing itu tidak menggigit, hanya saja ia sudah takut anjing sejak kecil. Jadi ia tak mau berurusan dengan anjing kecuali jika pemiliknya sudah bersama peliharaannya itu.

Gadis itu teringat sesuatu ditasnya dan segera mengambil benda itu.

“Asa ! lihatlah kalian pasti akan menyukainya “ ucapnya lalu melempar dua sosis itu menjauh dari tempat nya. Kedua anjing itu pun berlari mengejar sosis yang dilempar tadi.

Ia  bersorak senang. Ia melompat lompat kegirangan saking senangnya. Tak lama setelahnya ia  lantas pergi dari tempat itu.

Chan wo yang melihatnya tersenyum. Ia merasa tertarik dengan sikap gadis yag dilihatnya barusan. Sesuatu merubah suasana hatinya menjadi nyaman.

“kita pulang saja ahjussi “ pinta chan wo pada supirnya dengan tersenyum.

 

SMA SHIRIN

Semua siswa dikelas yunhyeong sibuk seperti biasanya. Sembari menunggu seonsangnim datang, mereka bercerita, belajar, bermain dan bahkan ada yang berdandan. Sera sibuk melihat buku pr nya. Meneliti kembali kalau kalau masih ada yang salah. Sementara chan wo terdiam di bangku mengingat gadis yang dilihatnya kemarin

Apa aku perlu ketempat itu lagi agar bisa bertemu dengannya, pikirnya

“sedang apa kau ?” Tanya bobby begitu datang dan meletakkan tasnya di samping tempat duduk chan woo.

“bukan apa – apa “

“si donghyuk belum datang ?” Tanya bobby lagi yang tak berapa lama kemudian datanglah donghyuk.

“kau mencariku ?” donghyuk ganti bertanya pada bobby.

“tidak “ jawab bobby cuek.

Seonsangnim pun datang dan memukul papan tulis itu agar para siswa diam

Yunhyeong sebagai ketua kelas memberi salam dan diikuti oleh semua siswa dikelas itu.

“ah, hari ini kalian ada teman baru. Dia pindahan dari SMA SEKYUNG.  Kurasa kalian terkejut jika tahu kalau dia peringkat 1 olimpiade sains di Amerika dua bulan yang lalu” jelas seonsangnim yang sontak membuat para siswa takjub.

“ah, cheonnhakseng masuklah “ peritah seonsangnim.

Gadis itu masuk kelas dan menyapa teman barunya.

Betapa terkejutnya chan woo begitu melihat siapa siswa pindahan itu.

 

tbc …

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s