Never Forget You part 2


ctionnever-forget-you

Hi, im back again..

Altough my story not beautiful, i’ll always write  try in everything. Cause my bias say “Dont give up in your Dream”
Typo is art ^Q^

Cast     :

  1. Kang so in
  2. Jung chan woo
  3. Song yun hyeong
  4. Kim Hanbin
  5. Kim Jinhwan
  6. Kim Donghyuk
  7. Koo junhoe

“Annyeong haseyo, Kang so in imnida. Aku harap kalian mau berteman denganku “ so in memperkenalkan dirinya dikelas itu yang disambut tepuk tangan anak – anak.

Seorang siswa mengacungkan tangannya “ kau benar menang olimpiade sains itu ?” Tanya seorang siswa pria berambut pirang.

So in tersenyum malu “nde majjayo !”

“wahhh daebak”

“nah so in , kau boleh duduk didepan sini “ minjung seonsangnim memberitahu.

“sem, boleh aku minta duduk di baris kedua saja ?” pinta so in

“wae? Kau akan kesulitan belajar jika kau dibelakang, anak – anak di kelas ini beda dari yang lain” jelas sem

So in tersenyum “ Annida,aku ingin duduk di samping yunhyeong dan hanbin saja “ jelas so in membuat kedua pria yang disebutnya itu menepuk jidat masing – masing.

“kau mengenalnya ?” Tanya seonsangnim. Siswa lain pun penasaran. Termasuk chan woo.

So in terseyum  “kami sudah kenal sejak kami lahir “ jelas so in menambah ketidak percayaan siswa siswi dikelas itu.

“heol !” kejut seorang siswi.

“arraseo, mi kyung kau pindah depan saja kalau begitu”

“Asa, gomawo so in kau membuat ku pindah di depan “ ugkap mi kyung senang.

So in membalasnya pula dengan ramah dan duduk diantara hanbin dan yunhyeong yang bahkan tak mau melihat so in.

“kalian berdua kenapa ?” Tanya so in.

“ya tuhan aku pasti sedang mimpi’ tukas hanbin.

“cha, kita mulai pelajaran hari ini … “

Seonsangnim pun memulai pelajaran pagi itu. Chan woo masih menatap so in. sera pun juga menatap so in dari bangkunya. Bukan kagum, tapi ia penasaran kenapa bahkan chan woo mau melihatnya selama itu.

Kantin

“kalian beruntung tidak sekelas dengan nya” keluh hanbin pada jinhwan dan junhoe.

“wae ? kau bisa dengan mudah mengerjakan tugasmu nanti “ balas jinhwan.

So in memukul kepala hanbin “ APPA !” teriak hanbin membuat siswa lain di kantin itu menatap tempat duduk mereka.

“bicaramu itu menyebalkan sekali”

Hanbin hanya menjulurkan lidahnya meledek

“jadi kau ketua kelas ?” Tanya so in pada yunhyeong.

“eoo “

“lucu sekali , apa mereka tahu kalau waktu kecil kau suka ngompol ?” celetuk so in lagi membuat keempat sahabat prianya itu berhenti makan dan menatapnya pasrah.

“So in ah,anggap saja kau tak pernah tahu rahasia kami “ pinta junhoe

So in mengangguk “ ahh, kenapa aku tahu semuanya tentang kalian ya” ujrnya heran “chasingna” tambahnya lagi kemudian menyedok makanannya dan tersenyum polos membuat para sahabatnya itu tidak jadi menyendok makanan mereka.

“kau tidak makan ?” Tanya bobby pada chan woo yang keheranan karna sejak tadi chan woo hanya menatap siswa pindahan itu.

“bagaimana bisa mereka kenal sejak lahir ?” chan woo masih dengan pikirannya sendiri.

“mungkin mereka tetangga atau sepupu “ balas donghyuk sembari minum

‘kalian belum selesai ?” Tanya sera yang kemudian duduk disamping chan woo. “ kau lihat apa ?” tanyanya lagi. Sera pun ikut menoleh kemana chan woo melihat dan terkejut tapi tetap diam ketika yang dilihat chan woo adalah so in.

“kenapa kau melihatnya terus ?”

Chan woo berhenti menatap so in setelah mendengar pertanyaann sera. “ hanya kagum “ ungkapnya lalu kembali menyedok makanannya.

Sera  mulai merasa sedikit ganjil tapi diabiarkannya saja perasaan ganjil itu.

Ternyata yunhyeong sadar kalau sedari tadi chan woo menatap so in yang duduk bersama mereka. Begitu mata yunhyeong dan chan woo bertemu, chan woo langsung megalihkan perhatiannya akan pertanyaan sera tadi.

“aku mau keperpustakaan setelah ini, terserah kau mau kemana” ungkap yunhyeong

“junhoe , kau mau kemana ?” tanya so in

“aku mau main basket “

So in tersneyum “ kedengarannya asyik, aku ikut kau saja”

“kau mau ikut main basket ?” Tanya hanbin yang langsung dipukul so in.

“ah cheongmal, kenapa kau selalu memukulku eo? Bagaimana bisa kau menyukaiku tapi terus memukulkku”keluh hanbin.

“suka pantatku, lupakan. Aku sudah tidak suka lagi padamu” ungkap so in santai.

“wanita benar  benar menyeramkan” bisik jinnhwan pada junhoe.

Hanbin masih memegang bahunya yang sakit.

‘kau mau melihat ku main basket ?” tanya junhoe pada so in.

“kupikir itu menarik”

“arrasseo”

Riuh para gadis di gedung olahraga menggema. Mereka menonton latihan kedua team sekolah nya bertanding. Termasuk so in yang berteriak diantara para gadis itu menyemangati junhoe.

“kau so in itu kan ? pemenang olimpiade sains itu ?” Tanya seorang siswi begitu melihat so in berdiri disampingnya.

So in tersenyum dan menjawab pertanyaan gadis itu. Mereka berdua kemudian akrab satu sama lain.

Ketika kedua orang itu asyik mengobrol sebauh bola tanpa sengaja jatuh mengenai kepala so in yang membuatnya limbung dan jatuh.

Semua orang berlarian melihat so in yang jatuh.

Junhoe pun langsung mengangkat kepala so in “ gwenchana ?” Tanya junheo

So in memegang kepalanya sakit “ appa “

“mian, apa itu sakit ?” Tanya chan wo

“tentu saja sakit , gwenchana kau tak salah” ujar so in.

Chan woo melihat anak – anak hanya melihat mereka.

“kau bisa jalan ?” Tanya chan wo lagi yang dijawab dengan anggukan so in.

“ayo ke uks “ajak chan woo kemudian meraih lengan so in dan mengalungkannya dipundak.

“junhoe, kau harus ikut “ so in berhenti dan meminta junhoe ikut dengannya.

Mereka bertiga pergi ke uks. Setelah itu lapangan kembali seperti suasana semula.

Sera yang tak tenang penasaran kenapa chan woo begitu terlihat perhatian pada so in

“dia hanya bersikap baik seperti biasa “ sangkalnya kemudian pergi.

“gwenchana ?” Tanya jinhwan.

So in mengangguk “ Ya !, aku hanya kena bola”

“neoya ?” Tanya yunhyeong pada chanwoo.

“Ya !, dia sedang main basket jadi wajar”

“mian, aku tidak sengaja tadi” chan woo meminta maaf.

“gwenchana, kau kembali main sana “ tukas hanbin pada chanwoo. Chan woo hanya mengiyakan apa yang mereka minta.

“chakkan” teriak so in “gomawo kau sudah membawaku kesini” ujar so in lagi yang membuat chan woo tersenyum.

Chan woo pun pergi.

“kau tidak berterimakasih padaku ?” Tanya junhoe

“kamsahamnida koo junhoe “ ujar so in tersenyum, tapi setelah nya ia menjulurkan lidah meledek junhoe.

“ashh,dasar kau !” junhoe tertipu yang dibalas tawa so in.

“kau sudah tidak apa –apa kan ? kita harus kembali ke kelas sekarang” ajak yunhyeong sembari meninggalkan mereka semua.

Sore itu yunhyeong sibuk dirumah mengerjakan pr sekolahnya. Sementara so in menunggunya di ranjang sembari tiduran melihat album photo milik yunhyeong.

“kau tidak bosan eo ?” Tanya so in

Lelaki itu masih diam. Ia tak menggubris ocehan so in. gadis itu merasa bosan menunggunya selesai belajar. Ia sendiri sudah selesai sepulang sekolah tadi. Kadang ia berterimakasih karena memiliki otak cerdas, jadi dia tak repot – repot bingung mengerjakan tugas – tugasnya.

Ponsel so in berdering. Jinhwan mengajaknya berkumpul di rumah junhoe.

“anak –anak mau kerumah junhoe, kau tidak ikut ?” Tanya so in

“nanti “ ucapnya singkat. So in mencibir kesal. Ia lantas mengembalikan album photo ke tempatnya semula dan pergi tanpa memberi salam pada yunhyeong.

“aku heran kenapa ada pria sedingin dia “ omel so in.  gadis itu berjalan menyusuri jalanan di kompleks itu. Ia masih takut kalau tiba – tiba anjing hanbin datang menakutinya lagi.

“eo, bukankah itu hanbin?” tukas so in begitu melihat hanbin bersama seorang dokter. So in pun menghampirinya

“siapa yang sakit ?”

“merry ?”

“sakit apa memang ?”

“dokter bilang mereka makan sosis , padahal merry tidak boleh makan sosis. Aku  heran darimana mereka dapat sosis” jelas hanbin yang membuat so in takut. Diam – diam gadis itu berharap dalam hati semoga hanbin tidak tahu kalau dia yang memberinya sosis.

“lain kali kau kandang saja mereka dirumah kalau kau tidak ada, aku khawatir kalau mereka makan sosis lagi”

“kurasa begitu , kau meu kerumah junhoe ?” Tanya hanbin

“eo, kau tidak kesana ?”

“tidak, eomma memintaku menjaga hanbyul,lagipula merry sakit jadi aku tidak keluar “

Jelasnya

‘arrasseo “balas so in kemudian pergi.

“hul, mana asyik Cuma bertiga, padahal besok kan libur si yunhyeong malah sibuk sama bukunya. “ keluh so in.

Drrrrttt Drrrtt

So in mengambil ponselnya yang bergetar dan melihat pesan kalau ia tidak jadi bermain bersama, ia ikut mengantar ibunya ke busan dan junhoe pergi ke café milik ayahnya.

“mwoya asihh..” so in memasang wajah badmoodnya.

Iai duduk jongkok di pinggir jalan saking kesalnya. Kemudian berdiri lagi sembari terus mengoceh kesal.

“ah dasar mereka, bukankah besok libur.. kenapa Cuma aku yang tidka punnya acara. Menyebalkan “

“to mannayo “ kejut seorang pria yang tiba – tiba datang mengejutkan so in.

“ Ahh kamjagiya ! kenapa kau disini ?” tanya so in heran. Gadis itu melihat sekeliling dan tak melihat siapapun kecuali chan woo.

“ah, aku hanya jalan – jalan dan tak sengaja melihatmu” jelasnya

“ahhh, rumahmu dekat dari sini ?”

Chan wo menggeleng “ kurasa agak jauh”

“kenapa kau jalan – jalan disekitar sini? Pemandangan disini kurang menarik” jelas so in seolah olah ia dekat dengan pria itu.

“harusnya kau pergi saja ke sungai han, biasanya kalau sore begini luamayan asyik kalau kau mau jalan – jalan” saran so in.

“ aku rasa kalau aku sendirian itu terasa membosankan”

“ahh “ so in menggaruk kepalanya yang tidak gatal

“kenapa kau tidak ajak teman – teman mu?” so in kembali bertanya

“mereka punya jadwal sendiri, kau sendiri ?”

So in manyun “ tadinya aku ada acara dengan para kunyuk tapi tiba – tiba tidak jadi karna mereka sibuk”

“kunyuk ?” chan woo heran

“ah, aku lupa, kau kenal hanbin dan yunhyeong kan, ditambah junhoe dan jinhwan..” tutur so in.

“kau mau kemana ?” Tanya chan woo

So in bingung, sebelumnnya dia mau kerumah jinhwan, tapi karena batal ia belum menentukan arah  kemana ia pergi. Chan woo pun mengajaknya pergi jalan jalan ke sungai han sesuai saran so in. so in yang merasa jenuh pun menerima saja tawaran chan woo. Lagipula ia sudah kenal pria itu disekolah.

Chan woo memarkir motornya tak jauh dari sungai han. Menikmati hembusan angin senja yang menghempas lembut helaian rambut panjang so in. pemandangan itu membuat jantung chan woo semakin berdetak  kencang. Ia mencoba menahan ekspresinnya itu.

“kau suka ?”

“mm “ jawab so in singkat.

Keduanya berjalan menyusuri jalannan kecil di pinggir sungai han. Menikmati setiap detik yang tersaji di petang itu. Mereka memulai bercerita tentang diri mereka masing – masing. Chan woo semakin kagum dengan gadis dihadapannya itu. Meski cinta pertamanya member luka yang begitu dalam, tapi ketika melihat so in luka itu semakin sirna. Mereka hilang karena senyuman hangat so in.

“kenapa kau melihatku seperti itu?” Tanya so in heran.

“ah, hanya kagum saja “

So in tersenyum “ Ya ! kau tahu kau sudah mengatakan itu sejak tadi, aigoo”

Chan wo tertawa. Mereka menatap langit senja dipinggir sungai han bersama – sama

“bukankah tadi dia bilang ingin kerumah junhoe ?” ucap ibu so in.

“nde ?”

“tadi sore dia bilang dia ingin pergi kreumah junhoe, bukankah kau juga disana ?”

“ah, tadi aku masih mengerjakan pr dan tiba – tiba junhoe bilang tidak jadi karena mereka punya kesibukan sendiri.”

Ibu so in dan yunhyeong mulai khawatir karena so in tidak dirumah sampai malam. Jarang – jarang ia pergi tanpa memberitahu seperti itu.

Ketika kedua orang itu masih larut dalam kekhawatiran masing – masing sebuah motor berhenti didepan rumah so in. yunhyeong yang merasa taka sing mengenal siapa pemilik motor itu.

“kau disini ?” Tanya so in pada yunhyeong begitu turun dari motor. Begitu juga dengan chan woo yang langsung memberi salam pada ibu so in dan yunhyeong.

‘ibumu mencari dari tadi “

“eomma, mian tadi aku lupa memberitahumu kalau aku tidak jadi kerumah junhoe, tadi aku pergi ke sungai han dengan nya” ungkap so in

“so in ah , nuguya ?”

“ah,aku teman baru so in disekolah, jung chan woo” chan woo memperkanlkan dirinya

“ahh, kau teman baru rupanya, masuklah dulu “ ajak ibu so in

‘gomawo, tapi appa sudah menunngguku dirumah jadi aku harus cepat pulang” jelas chan woo. Ibu so in mengiyakan dan akhirnya chan woo pergi. Yunhyeong tak mengerti kenapa mereka bisa bersama.

“ceritakan padaku kenapa kalian bisa bersama’ pinta yunhyeong megikuti so in ke kamarnya. Mungkin yang tak pernah melihat hal itu akan terasa anah karna seorang pria ikut pergi kekamar wanita, tapi karena yunhyeong dan so in sudah kenal sejak lahir mereka tak peduli.

“aku hanya kebetulan bertemu dengannya di jalan, karena tak ada acara jadi kami pergi saja berdua” ungkap so in jujur

“jinjja ?” yunhyeong masih tak yakin

“eo wae?” so in mengambil handuk nya di lemari “pulanglah, aku mau mandi”

“kau marah padaku ?” Tanya yunhyeong membuat langkah so in terhenti

“anni, kenapa aku harus marah padamu. Aku tak punya hak untuk marah” jelasnya

“lalu kenapa kau mengacuhkan ku seperti itu?”

So in menarik napas panjang “ yunhyeong ah, apa kau pernah melihat ku marah padamu begitu serius ?”

“tidak “

“kalau begitu kau fikirkan saja kenapa kali ini aku kesal tanpa ingin menjawab pertanyaanmu itu. Pulanglah, aku lelah”

Yunhyeong terdiam “baiklah”

Pria itu pulang dan menutup pintu kamar so in. gadis muda itu masih mematung dikamarnya. Merasa bersalah mengatakan hal barusan pada yunhyeong. Ia hanya sedang kesal kenapa mereka berempat mengacuhkannya hari itu. padahal hari itu adalah hari dimana mereka berempat bermain bersama untuk yang pertama kalinya setelah kepindahannya dari incheon.

Sedangkan yunhyeong merasa terluka karena so in mengacuhkannya dan begitu baik pada chan woo.

Jujur, selama ini yunhyeong memang menyukai so in. tapi ia tak pernah mengungkapkannya pada siapapun. Ia tak ingin persahabatan mereka hancur. Apalagi dulu hanbin dan so in dekat. Ia hanya diam dan menahannya sampai sekarang. Tapi saat ini, yunhyeong tahu kalau lelaki bernama chan woo itu menyukai so in. hanya saja so in tak pernah tahu itu

Dikamar chan woo terlihat begitu senang. Ia mengingat sore tadi saat bersama so in. ia begitu damai. Ia merasa sosok ibunya kini ada didekatnya lagi. Chn woo tahu kalau ia mulai menyukai so in. dan ia akan terus berusaha mendapatkan so in serta takkan melepasnya.

So in terdiam di meja belajar bersama catatan hariannya. ia melihat kembali ponsel nya, tak ada pesan dari keempat sahabatnya itu. ia hanya butuh peringatan kecil seperti biasanya. Ini pertama kalinya mereka melupakan hari kepindahan itu. dan so in merasa sedih melihatnya.

So in tahu kalau dirinya egois, dan kawan baiknya itu selalu menuruti keegoisan so in. tapi itu semata – mata karena mereka peduli satu sama lain. Mereka menyayagi satu sama lain.      So in melihat ke jendela kaca kamarnnya. Tampak jendela kamar yunhyeong di seberanng kamarnya. Dna saat itu yunhyeong juga mkundul di balik kaca itu. mereka memandang satu sama lain. Mengingat luka masig – masingn tanpa berani menyapa seperti  biasanya. Dan so in pergi terlebih dahulu sebelum yunhyeong mengucapkan sebuah kata

“ketahuilah, aku tak pernah sedetikpun lelah memperhatikanmu. Maafkan aku untuk hari ini” ucapnya sembari memegang bunga mawar dan secarik kertas berisi ucapan untuk so in.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s