Missing


​Malam telah berganti arah

Ia tak lagi hangat seperti dulu

Tapi ia tetaplah sama seperti dulu

Gelap .. tapi bayangannya menenangkan hatiku

Karna dengan adanya malam

Aku mampu beristirahat dari segala keletihan ku

Mengungkap semua keluh kesahku tanpa ada seorang pun yang tahu
Bila angin malam tak lagi menyapa lembut seperti dulu

Tidak lah masalah bagiku karna ia masih memperdulikanku

Menemani sepi dan hampa malam malam ku

Dan ketika saat langit malam mulai merubah warna gelap berhias bintangnya menjadi gelap gulita tanpa cahaya

Tak apa.. karna lentera kecil ini masih menyala 
Yang aku ingat saat ini hanyalah bagaimana caranya menjaga kedua malaikat penjagaku

Yang sedari kecil terus menyayangiku tanpa letih sedikitpun

Hingga bahkan aku dewasa dan belum bisa bahagiakan mereka
Aku hanya mampu berdoa 

Semoga kelak jika tangis mu karna masih mencoba melindungiku 

Dengan segenap kekuatan mu yang semakin ringkih

Aku hanya bisa memohon pada Yang Maha Kuasa agar buliran bening di pipi itu kelak kan menjadi sungai yang jernih dan mengalir indah di Surga nanti

Wahai sang pemilik malam 

Kiranya hatiku rindu akan kedua malaikat itu

Izinkan para angin malam menyampaikan rindu jiwaku

Menepis rasa sepi yang tak bertepi itu 

Membuangnya jauh hingga tak teringat bahkan oleh waktu 
By : Umi nursalasa 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s