Kamu dalam Petang ku

Disini

Cukup hanya dari sini aku memandangmu

Memendam perasaan tanpa nama yang menggangguku

Memendam rasa sepi yang masih mengoyak hatiku

Semendung inikah 

Sehebat inikah perasaan hancur itu

Mengapa tiap – tiap sentuhannya terasa menyakitkan bagiku

Kupandangi wajah dunia diluar sana

Siapa yang tahu aku menatapnya sekejap saja

melihat

Bagaimana rupa keadaan yang masih terasa mengikat jiwa

Titisan air ini menyejukkan senjaku

Menutup lubang lubang yang kosong karena kekeringan

Pelampiasan

Dari rasa kecewa nya akan keadaan

Bagaimanapun juga memang itu yang harus disyukuri

Keletihan yang tak lagi bisa dibayangkan

Namun hanya bisa dirasakan

Meskipun mendung ini membuat langkahku berhenti

tapi tak selamanya

aku yakin aku mampu berdir

Bersamamu

Dalam jalan menuju terang

mengambil lentera yang sudah disiapkan 

Membabat habis semua semak yang mengganggu jalanan

Menjadikan nya sebuah taman yang penuh cerita

Layaknya di fairy tail

Bisakah ku tulis ulang semua

Dalam catatan ku 
By : Umi Nursalasa 

Advertisements

Matahari siang ini

panas matahari siang ini tak begitu menyengat

mungkin karena mendung yang membendung cahaya untuk masuk kebumi

sehingga tak sepenuhnnya bumi terang seperti biasanya

tapi, karen mendung itulah

kehangatan terasa begitu damai menjamah kulit

usah khawatir akan panas sinar mentari yang membunuh kulit

karena dengan ini aku tak perlu takut ketika menyapa keramaian

hanya saja ketakutan akan hujan yang tutun menderu bumi

menjatuhkkan jutaan bulilran air yang membanjiri semua tempat

mmenengelamkan cinnta dan jjuga kasih sayang

menyapu segalanya dan membuangnya pergi hingga kejauhan

oh sungguh

rasanya pikiran akan hari ini mengusik otakku

mencari cari kata yang pantas untuk dituliskan

menjadikannya sebuah pililhan yang membuat bimbang

 

 

Penat 

Deruh riuh manusia begitu ramai

Sesak akan desakan dan juga keramaian

Aku begitu lelah

penat dan juga keletihan mengganggu fikiran ku

Berfikir

Sampai kapan kah kepenatan ini hilang

Menanti matahari tenggelam

Menutup kegiatan mengistirahatkan hati

Menata jiwa serta menjaga raga
By : Umi nursalasa 

Merindu 

​Aku benci ketika rindu menelusup masuk kedalam ruang hatiku

Seolah – olah ia ingin memberitahuku

Ada siapa yang tersenyum menunggu waktu luang ku 

Menantikan saat saat kita bersama 

Bersabar walau ujian Allah masih menyandera

Mengingatkan ku akan waktu yang terbatas

Rindu ini terus mengusik pikiran warasku

Dan rasanya seperti ketika kelingkingmu terjepit pintu

Sungguh ..begitu sakit hingga tangis menderu pilu

Kutatap sang rembulan yang sembunyi di balik kabut malam

Cahaya yang suram membuat hatiku ringkih

Betapa ingin aku menyapa nya

Mengusap lembut wajah manisnya

dan mengatakan bahwa rindu sudah membelenggu ku

Kita sama sama tahu

Jarak tak bisa mengubah perasaan kita

Karna kita yakin

Cinta yang telah mendarah daging tak bisa dilepaskan begitu saja 

Begitulah kita ❤❤❤

By : Umi Nursalasa ❤

Jendela Kaca Part 1

gif_12-01-09-31-161

Why I’m Different?

Sebuah siang yang begitu panas dan melelahkan bagi seorang gadis bernama Nadin. Ia terlihat tengah sibuk membantu ibunya berjualan ikan dekat pelabuhan. Kesehariannya setelah pulang sekolah adalah bekerja membantu ibunya. Dan malamnya gadis delapan belas tahun itu akan belajar, terkadang.

Karena faktanya, ia akan lebih memilih jalan – jalan atau menyibukkan diri dengan aktivitas yang berkaitan dengan koreanan nya itu ketimbang belajar.

“memangnya kau tidak takut kalau nilaimu jelek ya ?” tanya vita.

“aku bisa belajar di pagi hari” balas gadis itu lalu menghabiskan sisa minuman di gelas kaca kantin sekolahnya.

“aku heran kenapa kau suka sekali dengan semua hal yang berkaitan dengan korea?” tanyanya”  Kpop , wisata, rumah adat, sejarah bahkan garis lintang nya pun kau pelajari. Bukankah itu berlebihan?”

Nadin hanya tersenyum mendengar ucapan temannya itu

“ aku tidak peduli.. yang terpenting aku tahu bagaimana caranya membuat hidupku lebih berwarna. Entah itu hanya sekedar impian.. setidaknya itu menjadi penyemangat hidupku. Dan setidaknya aku masih punya impian” balasnya yang lebih terlihat miip dengan ceramah

Vita hanya nyengir mendengarnya “ kau kan tahu anak – anak menilaimu alay kan Nadin ?”

“Bodo amat, setiap orang berhak berpendapat bukan? Lagipula bukan mereka yang peduli dengan kehidupanku, kenapa harus repot-repot mengurus  kehidupaku! ” tambah Nadin “ sudah ayo ke kelas”

“baiklah “

Malam Harinya…

Wow.. Fantastic baby ! Dance.. I want dance dance dance dance

Boom shakalaka Boom shakalaka Boom shak ….”

            “NADINNNNNNN !!!”

“ah.. mulai lagi “ keluh gadis itu menghentikan tariannya. Ia pun dengan sukarela berjalan menuju pintu kamarnya dan mencari sumber suara.

“ sudah kubilang jangan nyanyi – nyanyi terus .. didengar tetangga malu tahu ! nyanyian mu itu tak ada yang paham artinya “ ujar ibunya ketika melihat nadin keluar dari kamar dan menemuinya didapur. Hanya saja gadis muda itu justru terlihat santai dengan nasehat ibunya.

“ apa salahnya menyanyi.. ini kan

Continue reading Jendela Kaca Part 1

To be loved Mom and Dad

Ayah .. ibu

Mungkin langkah ku masih belum lah sempurna tuk bahagiakan mu

Aku masih banyak gagal dalam menggapai impian ku

Aku belum lah bisa memberikan apa yang engkau inginkan

Bahkan mungkin aku masih menjadi beban untuk kehidupan mu

Wahai orang tua ku

Seandainya kelak di masa depan aku ringkih

Dan jika kasih mu sudah tak bisa lagi ku raih 

Karena kuasa Tuhan yang tak terelakkan

Bagaimana aku kan menghadapi semua rintangan itu

Wahai ibu 

Bilasanya aku masih terus seperti anak kecil 

Yang selalu ingin bermanja dengan mu

Ketahuilah

Aku benar – benar menyayangimu karna takut kehilangan mu

Semua kasih mu tak bisa ku hitung atau bahkan kubalas

Wahai bapak

Jika kata kata ku masih terdengar kasar oleh mu

Jika aku sering menyakitimu

Maafkan khilafku .. 

Maafkan semua kesalahan ku

Engkau terus saja memanjakan ku dengan begitu banyak 

Hingga kadang ibu merasa cemburu

Aku berterimakasih untuk itu

Wahai  Ibu bapak ku 

Mungkin ekulau tak mengajarkan ku shalat secara langsung

Tak mengajarkan aku membaca Al Quran secara langsung

Tapi engkau lah yang membiayai semua itu

Hingga aku mengenal siapa Allah itu

Mengenal siapa Muhammad itu

Mengenal bahwa kasih sayang kalian yang mendidik ku begitu mahal untuk ku bayar

Bapak ibu ku

Maaf bila aku tak bisa memberikan rumah mewah untuk mu

Maaf jika aku belum bisa memberi kebutuhan mu

Maaf jika aku belum bisa memberikan berlian atau permata

Bahkan mungkin aku belum satupun memberikan apa yang harus ku berikan

Tapi ketahuilah

Meski aku belum lah memberikan intan permata

Aku tak pernah lupa akan ” Allaahummagh fir lii dzunuubi wali walidaya warhamhumaa kama rabbayaanii shaghiira” 

By : Umi nursalasa

Just separation 

Like a wind

We just knowing each other without having each other

We just meet without together

What we feel about our heart it just on a while

Someday …

I wish that we will meet again

I don’t know how long we will stay with our opinion

We may not be together

Its caused we have a different way

Im on right ..you on left

Always different

This separation may forever , or maybe not
The moon was gone on this tonight

Disappear .. and the star just peek behind the sky

of course I miss you

missed how good your attitude
Missed how good your humor

Missed how good your thinking

All about you 

perhaps it is appropriate that I forget you
because this is all just an illusion 
Its just wind.. refreshing moment

And then gone 

Forever without former 
By : Umi nursalasa 

November 22, 2016

A science

​Untuk apakah kalian mencari ilmu selain untuk di bagikan ?

Untuk apakah kalian mencari harta selain untuk disedekah kan ?

Jadi .. sebanyak apapun yg kita dapatkan tanpa kita amalkan akan menjadi sia sia dan tidak berguna 

Semoga yang sekolah tinggi mau berniat membagi ilmunya dengan yang kurang

Yang kaya mau menyedekahkan untuk yang fakir

Bukan hanya dengan memenuhinya dengan foya foya dan senang senang 

Karena kita hidup dalam sebuah cerita yang berakhir dengan apa yang kita tulis .. 

Kita berbuat kita peroleh

Begitupun dengan nikmat ataupun siksa

Niatan hati untuk menjadi penolong muslim yang lain adalah niat yang mulia 

Apalagi jika pribadi itu sudah memiliki jalan untuk menyebarkan kebaikan 

Allah pasti meridhoi nya

Kita sekolah bukan hanya untuk menjadi apa dimasa depan ..

Kita sekolah bukan hanya untuk mencari pekerjaan

kita sekolah untuk mendapatkan bekal untuk kehidupan selanjutnya

Membagikan nya dan mengamalkannya

Entah sedikit atau banyak

Ilmu bisa dicari dimanapun

Tidak harus di tempat formal atau yang berkelas

Dimanapun kita bisa mendapatkan ilmu

Tergantung dari niatan hati dan pribadi diri

Untuk apakah kita mencari semua ini jika tidak dibagikan

Karena sungguh Allah menilai bukan dari hasil

Melainkan dari proses yang kita lakukan

Baik kah  ? Buruk kah ?

Tak masalah dimanapun tempat nya , orang yang mencari ilmu dengan niatan untuk diamalkan akan lebih mulia dibandingkan dengan orang yang mencari ilmu dengan niatan mencari jabatan

Think smart, we have so many chance to change our future 

No matter where we are , we can get what we want .. 

Keep Allah In our soul 
By Umi nursalasa

We’re Moeslim .. not Terrorist !!!

Assalamualaikum sahabat muslim

Semoga Rahmat dan ampunan Allah SWT selalu menyertai kita

Sebelumnya saya berterimakasih pada reader dan juga follower yg sudah bersedia mampir ke blog ini.. kali ini saya bukan posting mengenai puisi ataupun coretan kisah

Saya benar – benar ingin menulisnya dan mencari teman cerita yang sependapat ..hanya saja saya rasa tidak mungkin

Sahabat muslim ku

Anda semua pasti sudah tahu mengenai Konflik islam di berbagai belahan dunia ini

Sebenarnya bukan konflik islam. Kenapa ? Karena islam selalu mengajarkan kebaikan dimanapun islam berada dan kapanpun waktunya

Hanya saja, saya merasa sedih melihat pandangan orang-orang luar yang berlainan keyakinan menganggap islam adalah agama yang membawa kerusuhan ! 

Demi Allah, Islam tidaklah seperti itu !!!

Islam mengajarkan begitu banyak kebaikan dan santunan. Tentu saja karena panutan kami Rasuluallah SAW selalu sabar dan bersikap baik sekalipub kaum kafir terus menganiaya beliau

Ini menjadi bukti bahwa islam bukanlah agama yang membawa kehancuran. Justru sebaliknya , Islam membawa begitu banyak keindahan yang bahkan tak bisa kalian bayangkan .

yang paling saya resahkan adalah , mengapa setiap kali Islam bertindak untuk membela diri dan menyelamatkan agama nya dari fitnah justru malah dianggap sebagai teroris ?

Bagaimana dengan saudara muslim kami di Palestina , Suriah , myanmar dan masih banyak lagi yang menerima tindasan yang begitu kejam !

Tapi kenapa ketika Islam bertindak untuk menyelamatkan diri justru di fitnah .. ?!

Kami ( Muslim ) juga manusia .. tolong hargai dan jangan diskriminasi kaum muslim minoritas di tempat lain

Allah Yang Maha Kuasa selalu tahu apa yang terjadi 

Kami selalu mengadu padanya .. 

Mungkin kondisi seperti inilah yang akan memulai begitu banyak perpecahan dimana pun 

Perang dan penindasan dimanapun.. sungguh , apakah ini juga tanda akhir zaman.

Semoga kita sadar akan pribadi masing – masing 

Semoga kita selalu ingat pada Tuhan Yang Maha Esa , ialah Allah SWT

Terima kasih 
By : umi nursalasa