About us

Kau tahu rasanya lama tidak berpuisi dengan kalima indah ?

Tentu saja rasanya gelisah. bagaimana tidak, semula aku bisa menulis ribuan kata dengan konotasi mengagumkan, namun sekarang. jangankan ribuan, satu kata indah dengan arti saja akku sudah susah

oh tidak !ini mungkin salahku terlalu larut dalam kenikmatan melihat saja tanpa mencermati kata – kata

Aku terlupa dengan jutaan kata yang menanti tuk digunakan

Continue reading About us

Advertisements

Tonight by Me

Kupandang langit malam ini dari jendela kamar ini

Warna oranye gelap menghias bentangan alam

Setitik gerimis menetes perlahan

Dan sekilas alunan lagu mellow yang menemani hati 

Lampu – lampu rumah telah mati 

Lampu jalanan hanya menerangi kesepian

Tak ada kehidupan

Hanya suara angin yang menyape pelan

Dan bisikan perasaan kalut yang menyelimuti hati

Ada aku,hatiku dan juga fikiran ku

Ketika semua merasakan hal yang sama

Kehidupan ini memang seperti penjara kaca

Mengekang kita dari hina nya kebebasan

Menjaga kita dari keburukan

Hanya saja ..akankah mampu hati inibterus bertahan ?

Ku tanyakan rasa gelisah ku pada sang bayu

Tapi ia menyahut sejuk

Menandakan bahwasanya aku harus bersabar

Keindahan telah tertulis dalam takdir yang diberikan Tuhan

Kita hanya perlu bersabar hingga tiba waktu

Ku putar alunan musik tuk jadi peneman hati

Melantukan dentuman piano yang menggusur sepi

Sekilas hati ini seperti hidup dalam sebuah cerita fiksi

Yang menggambarkan ku sebagai peran utama

Namun kembali kuingat

Sampai kapan fiksi ini berhenti ?

Aku tak ingin terbuai dalam nya

Terasa mudah tuk dibayangkan

Terasa sakit tuk dirasakan

Inilah kehidupan 

I dont wanna say good bye

Kenyataan bahwa kita bertemu hanya sesaat

Kita hanya akan bersimpangan dijalan

Tanpa menoleh ataupun menyapa

Kau adalah kau

Dan aku adalah diriku sendiri

Tak ada yang namanya kita

Malam masih berhembus sejuk menemani hati ku

Tak merelakan aku tertidur begitu saja

Rasanya ia ingin aku menikmati desiran lembut angin malam ini

Yang sengaja berembus dengan begitu murah hati

By : Umi Nursalasa