To be loved Mom and Dad

Ayah .. ibu

Mungkin langkah ku masih belum lah sempurna tuk bahagiakan mu

Aku masih banyak gagal dalam menggapai impian ku

Aku belum lah bisa memberikan apa yang engkau inginkan

Bahkan mungkin aku masih menjadi beban untuk kehidupan mu

Wahai orang tua ku

Seandainya kelak di masa depan aku ringkih

Dan jika kasih mu sudah tak bisa lagi ku raih 

Karena kuasa Tuhan yang tak terelakkan

Bagaimana aku kan menghadapi semua rintangan itu

Wahai ibu 

Bilasanya aku masih terus seperti anak kecil 

Yang selalu ingin bermanja dengan mu

Ketahuilah

Aku benar – benar menyayangimu karna takut kehilangan mu

Semua kasih mu tak bisa ku hitung atau bahkan kubalas

Wahai bapak

Jika kata kata ku masih terdengar kasar oleh mu

Jika aku sering menyakitimu

Maafkan khilafku .. 

Maafkan semua kesalahan ku

Engkau terus saja memanjakan ku dengan begitu banyak 

Hingga kadang ibu merasa cemburu

Aku berterimakasih untuk itu

Wahai  Ibu bapak ku 

Mungkin ekulau tak mengajarkan ku shalat secara langsung

Tak mengajarkan aku membaca Al Quran secara langsung

Tapi engkau lah yang membiayai semua itu

Hingga aku mengenal siapa Allah itu

Mengenal siapa Muhammad itu

Mengenal bahwa kasih sayang kalian yang mendidik ku begitu mahal untuk ku bayar

Bapak ibu ku

Maaf bila aku tak bisa memberikan rumah mewah untuk mu

Maaf jika aku belum bisa memberi kebutuhan mu

Maaf jika aku belum bisa memberikan berlian atau permata

Bahkan mungkin aku belum satupun memberikan apa yang harus ku berikan

Tapi ketahuilah

Meski aku belum lah memberikan intan permata

Aku tak pernah lupa akan ” Allaahummagh fir lii dzunuubi wali walidaya warhamhumaa kama rabbayaanii shaghiira” 

By : Umi nursalasa

Advertisements

Missing

​Malam telah berganti arah

Ia tak lagi hangat seperti dulu

Tapi ia tetaplah sama seperti dulu

Gelap .. tapi bayangannya menenangkan hatiku

Karna dengan adanya malam

Aku mampu beristirahat dari segala keletihan ku

Mengungkap semua keluh kesahku tanpa ada seorang pun yang tahu
Bila angin malam tak lagi menyapa lembut seperti dulu

Tidak lah masalah bagiku karna ia masih memperdulikanku

Menemani sepi dan hampa malam malam ku

Dan ketika saat langit malam mulai merubah warna gelap berhias bintangnya menjadi gelap gulita tanpa cahaya

Tak apa.. karna lentera kecil ini masih menyala 
Yang aku ingat saat ini hanyalah bagaimana caranya menjaga kedua malaikat penjagaku

Yang sedari kecil terus menyayangiku tanpa letih sedikitpun

Hingga bahkan aku dewasa dan belum bisa bahagiakan mereka
Aku hanya mampu berdoa 

Semoga kelak jika tangis mu karna masih mencoba melindungiku 

Dengan segenap kekuatan mu yang semakin ringkih

Aku hanya bisa memohon pada Yang Maha Kuasa agar buliran bening di pipi itu kelak kan menjadi sungai yang jernih dan mengalir indah di Surga nanti

Wahai sang pemilik malam 

Kiranya hatiku rindu akan kedua malaikat itu

Izinkan para angin malam menyampaikan rindu jiwaku

Menepis rasa sepi yang tak bertepi itu 

Membuangnya jauh hingga tak teringat bahkan oleh waktu 
By : Umi nursalasa