About us

Kau tahu rasanya lama tidak berpuisi dengan kalima indah ?

Tentu saja rasanya gelisah. bagaimana tidak, semula aku bisa menulis ribuan kata dengan konotasi mengagumkan, namun sekarang. jangankan ribuan, satu kata indah dengan arti saja akku sudah susah

oh tidak !ini mungkin salahku terlalu larut dalam kenikmatan melihat saja tanpa mencermati kata – kata

Aku terlupa dengan jutaan kata yang menanti tuk digunakan

Continue reading About us

Renungan

Malam memberiku waktu

Waktu yang tenang untuk memahami hatiku

Waktu yang tenang untuk mengerti siapa diriku

Dan waktu untuk melihat siapa saja yag ada dalam hatiku

 

Aku tak tahu seberapa jauh atau dekat aku melangkah

Yang aku tahu

Aku jelas sudah jauh dari masa laluku

Namun

Mengapa luka itu masih saja menghantuiku

Seakan membuatku trauma

Memberikan kegetiran yang sampai sekarang masih kurasakan

Menghancurkan kepercayaan ku pada tiap – tiap orang

 

Malam ini angin membawaku bernostalgia

menyelami masa kelam dan juga manis

Memberiku kesan akan kehidupan

Seperti inikah cerita seorang hamba

 

 

Merindu yang tak mungkin

Ada segelintir rindu dalam benakku

Menyatu bersama ribuan asaku

Meminta

Akan pertemuan singkat terlaksana

Atau hanya sebatas memanjakan mata

Mendengar lembut alunan suara nya
Ketika itu ragaku hanya mampu diam

Merasakan tiap – tiap titik yang melemah karenanya

Terpaku dalam sepi dan sunyi nya keadaan

Karena dirimu masihlah jauh dari rengkuhan
Oh Tuhan

Bagaimana aku harus mengatasi rindu ku

Ia terus menerobos masuk kedalam sela – sela hatiku

Memperlebar lubang yang sebelumnya hanya sebatas jarum

Merusak ke kukuhan ku 

Dan melemah bersama keinginan tuk menyanding mu
By : Umi Nursalasa

The Twilight

Senja mengukir gambaran yang begitu indah

Antara senyum dan juga tangisan

Aku tak bisa memilih salah satunya

karna tanpa tangisan

aku tak mampu melepas penat hati

dan jika tanpa sesnyuman

mungkin aku hampir mati

bisakah tulisan ini aku transformasikan

menjadi sebuah warna yang menghias awan

yang putihnnya begitu suci

menghias pemandangan langit di senja ini

 

By : Umi Nursalasa

 

 

 

I miss uĀ 

Bagaimana jika malam ini aku merindu ?
Tanyaku malam ini begitu mengusik pikiran

Entahlah 

Nama yang bahkan tidak ku tahu

Wajah yang tak bisa kulihat setiap waktu

Sosok yang ingin kujadikan teman dalam sepiku

Aku begitu merindu dia

Oh sang bayu

tak bisakah kau sampaikan rasa rindu ini

Kau tahu 

Betapa sakitnya menahan sesuatu yang begitu mengikis kekuatan 

Seperti yang rumi katakan

Bahwa cinta itu ibarat permata yang tak sembarang dilempar begitu saja layaknya pasir

Aku tahu itu

Tapi hatiku masih kokoh akan pendiriannya

Bahwasanya hatiku terlanjur menyukainya

Menyukai semua hal yang dibuat olehhya 

Entah lah

Memang inilah rindu
By :Umi nursalasa 

Kamu dalam Petang ku

Disini

Cukup hanya dari sini aku memandangmu

Memendam perasaan tanpa nama yang menggangguku

Memendam rasa sepi yang masih mengoyak hatiku

Semendung inikah 

Sehebat inikah perasaan hancur itu

Mengapa tiap – tiap sentuhannya terasa menyakitkan bagiku

Kupandangi wajah dunia diluar sana

Siapa yang tahu aku menatapnya sekejap saja

melihat

Bagaimana rupa keadaan yang masih terasa mengikat jiwa

Titisan air ini menyejukkan senjaku

Menutup lubang lubang yang kosong karena kekeringan

Pelampiasan

Dari rasa kecewa nya akan keadaan

Bagaimanapun juga memang itu yang harus disyukuri

Keletihan yang tak lagi bisa dibayangkan

Namun hanya bisa dirasakan

Meskipun mendung ini membuat langkahku berhenti

tapi tak selamanya

aku yakin aku mampu berdir

Bersamamu

Dalam jalan menuju terang

mengambil lentera yang sudah disiapkan 

Membabat habis semua semak yang mengganggu jalanan

Menjadikan nya sebuah taman yang penuh cerita

Layaknya di fairy tail

Bisakah ku tulis ulang semua

Dalam catatan ku 
By : Umi Nursalasa 

Matahari siang ini

panas matahari siang ini tak begitu menyengat

mungkin karena mendung yang membendung cahaya untuk masuk kebumi

sehingga tak sepenuhnnya bumi terang seperti biasanya

tapi, karen mendung itulah

kehangatan terasa begitu damai menjamah kulit

usah khawatir akan panas sinar mentari yang membunuh kulit

karena dengan ini aku tak perlu takut ketika menyapa keramaian

hanya saja ketakutan akan hujan yang tutun menderu bumi

menjatuhkkan jutaan bulilran air yang membanjiri semua tempat

mmenengelamkan cinnta dan jjuga kasih sayang

menyapu segalanya dan membuangnya pergi hingga kejauhan

oh sungguh

rasanya pikiran akan hari ini mengusik otakku

mencari cari kata yang pantas untuk dituliskan

menjadikannya sebuah pililhan yang membuat bimbang

 

 

To be loved Mom and Dad

Ayah .. ibu

Mungkin langkah ku masih belum lah sempurna tuk bahagiakan mu

Aku masih banyak gagal dalam menggapai impian ku

Aku belum lah bisa memberikan apa yang engkau inginkan

Bahkan mungkin aku masih menjadi beban untuk kehidupan mu

Wahai orang tua ku

Seandainya kelak di masa depan aku ringkih

Dan jika kasih mu sudah tak bisa lagi ku raih 

Karena kuasa Tuhan yang tak terelakkan

Bagaimana aku kan menghadapi semua rintangan itu

Wahai ibu 

Bilasanya aku masih terus seperti anak kecil 

Yang selalu ingin bermanja dengan mu

Ketahuilah

Aku benar – benar menyayangimu karna takut kehilangan mu

Semua kasih mu tak bisa ku hitung atau bahkan kubalas

Wahai bapak

Jika kata kata ku masih terdengar kasar oleh mu

Jika aku sering menyakitimu

Maafkan khilafku .. 

Maafkan semua kesalahan ku

Engkau terus saja memanjakan ku dengan begitu banyak 

Hingga kadang ibu merasa cemburu

Aku berterimakasih untuk itu

Wahai  Ibu bapak ku 

Mungkin ekulau tak mengajarkan ku shalat secara langsung

Tak mengajarkan aku membaca Al Quran secara langsung

Tapi engkau lah yang membiayai semua itu

Hingga aku mengenal siapa Allah itu

Mengenal siapa Muhammad itu

Mengenal bahwa kasih sayang kalian yang mendidik ku begitu mahal untuk ku bayar

Bapak ibu ku

Maaf bila aku tak bisa memberikan rumah mewah untuk mu

Maaf jika aku belum bisa memberi kebutuhan mu

Maaf jika aku belum bisa memberikan berlian atau permata

Bahkan mungkin aku belum satupun memberikan apa yang harus ku berikan

Tapi ketahuilah

Meski aku belum lah memberikan intan permata

Aku tak pernah lupa akan ” Allaahummagh fir lii dzunuubi wali walidaya warhamhumaa kama rabbayaanii shaghiira” 

By : Umi nursalasa

Just separationĀ 

Like a wind

We just knowing each other without having each other

We just meet without together

What we feel about our heart it just on a while

Someday …

I wish that we will meet again

I don’t know how long we will stay with our opinion

We may not be together

Its caused we have a different way

Im on right ..you on left

Always different

This separation may forever , or maybe not
The moon was gone on this tonight

Disappear .. and the star just peek behind the sky

of course I miss you

missed how good your attitude
Missed how good your humor

Missed how good your thinking

All about you 

perhaps it is appropriate that I forget you
because this is all just an illusion 
Its just wind.. refreshing moment

And then gone 

Forever without former 
By : Umi nursalasa 

November 22, 2016